Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
11
Feb '06

Gaji Tak Cukup, Suami pun Tewas di Tangan Istri


Seputar Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kampar (2)

Kondisi ekonomi yang sulit seringkali menjadi kambing hitam dalam perkelahian di dalam rumah tangga, namun memang seringkali karena kebutuhan hidup tidak terpenuhi, membuat seseorang menjadi kalap bahkan gelap mata.

Laporan Molly Wahyuni, Bangkinang mollywahyuni@riaupos.com

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama ini yang sering terdengar adalah tindakan seorang suami terhadap istri, akan tetapi kenyataannya seorang istri pun bahkan tega menghabisi nyawa suami sendiri hanya karena tidak sanggup membayar tagihan listrik. Itulah yang dialami oleh korban Togar (42) yang harus menemui ajalnya dan tak mampu bertahan hidup, setelah dua hari dirawat di salah satu rumah sakit di Pekanbaru setelah ditusuk dengan pisau oleh istrinya sendiri.

Kejadian itu bermula, ketika Togar tiba-tiba kaget melihat listrik di rumahnya tidak lagi hidup dan kemudian bertanya kepada sang istri, lalu istri Togar berinisial Elp (40) menjawab bahwa dia telah memutuskan aliran listrik karena gaji Togar tak cukup untuk membayar tagihan listrik. Masalah aliran listrik ini akhirnya menjadi petaka bagi suami istri tersebut sehingga membuat keduanya naik pitam dan berkelahi hebat.

Perkelahian pasangan suami istri ini sampai ke tempat tidur di mana Elp menyebutkan bahwa dia melihat suaminya membawa pisau dan menduga bahwa suaminya akan menusukkan pisau itu ke tubuhnya. Sehingga terjadilah pergumulan keduanya di kamar tidur dan akhirnya justru sang suami kalah tempur dan pisau itu menembus tubuh Togar. Dalam keadaan berlumuran darah, korban lari ke rumah tetangganya Silaban dan menyebutkan bahwa dia telah ditusuk oleh Elp setelah itu korban langsung pingsan.

Keluarga dan tetangga korban membantu menyelamatkan nyawa korban dengan membawa korban ke Rumah Sakit di Pekanbaru, namun setelah dua hari menjalani perawatan, nyawa Togar tak dapat diselamatkan. Meski kejadian ini telah terjadi pada pertengahan November 2005 lalu, namun kejadian itu baru dilaporkan satu bulan kemudian. Kapolres Kampar AKBP Drs Muharrom Riyadi melalui Kapolsek Tapung AKP Irmon Bani didampingi Wakapolsek Imron kepada Riau Pos, Kamis (9/2) mengatakan kasus tersebut belum lama ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bangkinang untuk diproses lebih lanjut.

SUmberĀ  : (ade) Riau Pos Online


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.