Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
6
Feb '06

Sembuh Satu, Tumbuh Seribu


Angka penderita gizi buruk di Indonesia timur masih tinggi. Satu kasus tertangani, kasus baru muncul.

Tubuh Kaleb Iwo, 10 tahun, kini berangsurangsur menggemuk. Ia sudah bisa pergi ke sekolah dan bermain dengan kawankawannya. Sungguh jauh berbeda dengan kondisinya empat bulan lalu. Ketika itu ia cuma bisa terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Kebutuhan makanan untuk tubuhnya dipasok lewat jarum infus yang tertancap di tangannya yang sangat kurus.

Waktu itu beratnya cuma 16,5 kilogram. Jauh dari ukuran ideal anakanak seusianya yang mestinya 32,5 kilogram. Dokter mendiagnosis bocah itu terserang dua penyakit sekaligus: gizi buruk dan paruparu.

Kaleb merupakan contoh penderita gizi buruk yang selamat karena segera mendapat pertolongan. Nasibnya jauh lebih beruntung ketimbang anakanak lain yang kasusnya tak tercatat, tak diingat dan karenanya tak mendapat perawatan.

Di Papua, data terakhir yang dimiliki Dinas Kesehatan Provinsi, misalnya, berasal dari 2004. Di sana tercatat, 3,7 persen dari 358 ribu anak provinsi di timur itu menderita gizi buruk. Jumlah terbanyak terdapat di Kabupaten Yapen Waropen, diikuti Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya.

Setelah itu sepanjang tahun lalu tak ada pembaruan data. ”Jadi, kami anggap tak ada lagi soal gizi buruk,” kata Kepala Dinas Kesehatan Papua, Tigor Silaban. Namun, ia tak memungkiri ada kasus yang tak terdeteksi. Departemen Kesehatan malah memiliki data mutakhir sampai Agustus 2005, walau tidak banyak terjadi perubahan. Disebutkan jumlah penderita gizi buruk mencapai 1155 anak, tiga di antaranya meninggal.

Sulitnya mendata penderita gizi buruk di Papua terkait dengan banyaknya pusat kesehatan masyarakat di tingkat kabupaten yang kosong karena sering ditinggalkan petugas. Pos pelayanan terpadu (posyandu) yang diharap bisa membantu pun hampir tak ada yang aktif.

Masalah itu pula yang menyebabkan lambatnya penanganan kasus kelaparan di Kabupaten Yahukimo. Padahal, Yulianus Aspalik, pekerja medis di Pustu Tangma, Distrik Kurima, Yahukimo, mengatakan, musibah seperti itu terjadi hampir setiap tahun, seiring datangnya musim hujan.

”Gizi buruk ini karena mereka kekurangan makanan akibat kebunnya terkena longsor,” kata Yulianus. Kurangnya makanan membuat kaum ibu tak bisa menyusui bayinya. Anggota DPRD Papua, Ottys Kambue, mengatakan, bahkan ada ibu yang meninggal saat anaknya belum lagi berusia setahun.

Buruknya kondisi pangan membuat 50 balita di lima desa di Distrik Kosarek terancam menderita gizi buruk. ”Bahkan angka kematian anak bisa tibatiba meningkat karena daya tahan tubuhnya lemah” ujar Ottys.

Sejak pecah kabar bahaya kelaparan, pemerintah setempat sudah turun membantu masyarakat Yahukimo. Namun, dalam kunjungan bulan lalu Ottys menemukan masih banyak warga yang belum menerima bantuan pangan. ”Bantuan hanya diberikan di beberapa titik saja, seperti di Kurima, Ninia, dan Anggruk. Lainnya belum menerima,” katanya.

Kasus gizi buruk memang cukup menonjol di belahan timur Indonesia. Data Departemen Kesehatan menunjukkan sepanjang JanuariNovember 2005 ada 13.969 anak menderita gizi buruk dari 477.829 anak di Nusa Tenggara Timur. Penderita terbanyak ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kupang.

Kondisi di Nusa Tenggara Barat cuma sedikit lebih baik. Dari 498.095 anak, penderita gizi buruk mencapai 3.438 orang. Penderita gizi buruk terbanyak terdapat di kabupaten Bima dan Sumbawa.

Dinas Kesehatan di provinsiprovinsi itu kini tengah berupaya menanggulangi gizi buruk. Salah satunya dengan membebaskan biaya perawatan rumah sakit. Namun, program itu belum mampu menekan jumlah korban. Penderita baru terus bermunculan. ”Yang satu tertangani, tapi kasus gizi buruk yang baru ditemukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Baiq Magdalena.

Sumber : (Suseno, Cunding Levi (Papua), Sujatmiko (NTB)) Majalah Tempo, Edisi. 50/XXXIV/06 - 12 Februari 2006


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Tiga Pengedar Ganja Ditangkap Polisi
Artikel selanjutnya :
   » » Pencuri Motor Babak Belur