Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
28
Des '05

Gedung Thamrin Raih Anugrah Budaya 2005


Anugrah Budaya 2005“…Kami akan terus berusaha melestarikan, mengembangkan dan sadar cagar budaya kota Jakarta…”, ujar kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta, Ibu. Ir. Aurora Tambunan Msi pada acara sambutan malam pemberian penghargaan Anugrah Budaya, Rabu 28 Desember 2005.

Acara yang digelar di Gedung Nyi Ageng Serang Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Jakarta ini merupakan puncak dari serangkaian seleksi dan penilaian terhadap semua bangunan, rumah tinggal, perkantoran maupun flat yang tersebar di wilayah Provinsi DKI Jakarta yang mengandung nilai sejarah, architecture heritage, budaya dan ilmu pengetahuan serta pelestarian bangunan itu sendiri.Gedung Thamrin Bank Indonesia terpilih sebagai salah satu pemenang bersama 23 bangunan lainnya dari 53 nominasi cagar budaya bangunan.”…Kondisi bangunan Gedung Thamrin terpelihara dan terawat dengan baik sebagai bentuk sadar pelestarian pusaka budaya…” demikian kata Dr. Djauhari, arkheolog Universitas Tarumanegara Jakarta yang sekaligus juri Anugrah Budaya 2005. Penghargaan cagar budaya kali ini bukanlah yang pertama kali diraih Bank Indonesia, sebelumnya di tahun 1993 dan 1996 gedung Museum Bank Indonesia Kota juga pernah meraih penghargaan yang sama. Gedung Thamrin Bank Indonesia yang dibangun tahun 1958-1962 dengan arsitek F. Silaban k.s.d. H. Groenewegen dalam proses perancangan gedung mendapat banyak pengarahan dari Ir. Sukarno, presiden pertama RI khususnya didalam memberi bentuk bangunan yang ingin mencerminkan wajah baru arsitektur Indonesia bercorak Neo-tradisionalisme. Tampak luar Gedung Thamrin boleh dikatakan utuh sesuai bentuk asal, namun interiornya khususnya lantai dasar telah ada perombakan dengan adanya bangunan menara kembar tambahan yang dibangun tahun 1994 yang sekarang bernama gedung menara Sjafruddin Prawiranegara dan menara Raduis Prawira. Perombakan diterapkan khususnya karena penyesuaian di dalam penyambung antar gedung yang lama dengan menara yang baru.

Gedung Thamrin dengan kondisi terawat baik ini, diharapkan kedepan bisa menjadi cagar budaya nasional yang bisa disejajarkan dengan Tugu Monumen Nasional (Monas) ataupun cagar budaya nasional lainnya. Malam penghargaan anugrah budaya juga menampilkan finalis kategori bidang seniman dan budayawan dan kategori organisasi kesenian dan sanggar seni. Berbagai ragam seni karya tari dan musikal ikut mewarnai acara ini dintaranya pergelaran tari Zapin dan Neng Neng Der karya seniman Johanes Nyoman yang meraih Juara karya cipta tari nasional tahun 2004.

Sumber : Bank Indonesia


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.