Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
14
Des '05

Sarah Silaban Menanti Kategori di Piala Vidia


Tiga kali penyanyi dan pencipta lagu Sarah Silaban (29) membuat lagu tema untuk film cerita lepas untuk televisi (FTV).

Dua dari film-film itu, Bekisar Merah (2004), yang disutradarai oleh Lasja Fauzia, dan Juli di Bulan Juni (JdBJ, 2005), yang diarahkan oleh Guntur Soehardjanto, masuk nominasi Piala Vidia Festival Film Indonesia (FFI), masing-masing tahun lalu dan tahun ini. Bahkan, sebagaimana diumumkan minggu lalu, film JdBJ memenangi lima Piala Vidia 2005.

Namun, tak ada kategori Lagu Tema Terbaik di ajang Piala Vidia pada kedua FFI tersebut.

“Tahun lalu, bikin lagu Merah Muda untuk Bekisar Merah, enggak ada kategorinya di Piala Vidia,” celoteh Sarah, ketika berbincang-bincang dengan KCM di Jakarta, Selasa (13/12). “Tahun ini, bikin JdBJ, enggak ada lagi kategorinya,” sambung si pencipta lagu Perlahan untuk film televisi Bengkel (2004), yang disutradarai oleh Agung Sentausa. “Sayang ya…,” imbuhnya.

Adalah Monty Tiwa, penulis skenario film televisi JdBJ, yang meminta Sarah membuatkan lagu tema untuk film tersebut. Cerita Sarah, Monty menyukai musik Sarah setelah mendengarkan album perdana Sarah, Akhirnya… (2002).

Lagu JdBJ digarap pada Februari 2005 oleh Sarah di tengah pengerjaan album keduanya, yang dijadwalkan akan mulai diedarkan awal tahun depan. Buntutnya, lagu tersebut jadi pemicu kelahiran album mininya, yang pada sampul depannya tertulis Sarah Silaban.

Album mini yang diproduksi oleh label independen Moreideas dan didistribusi oleh perusahaan rekaman besar Universal Music Indonesia itu keluar pada Agustus lalu.

“Kalau enggak ada JdBJ, enggak ada album itu,” ucap Sarah, yang mencipta lagu dengan piano. “Hitung-hitung buat mengisi waktu yang panjang antara album pertamaku dengan album keduaku nanti (Yang Saya Mau Bilang Adalah…, judulnya),” sambungnya.

Dalam album mini tersebut, ada dua versi lagu JdBJ. Seperti juga JdBJ, tiga lagu lainnya dicipta oleh Sarah.

Bagi Sarah, membikin lagu untuk film lebih mudah ketimbang membuat “lagu biasa”.

“Kalau bikin lagu film, jelas harus jadi kayak apa, karena sudah ada skrip film yang jadi panduan. Enggak usah mikir apakah lagu itu bakal bisa diterima publik atau enggak. Untuk menikmati lagu itu, publik tinggal mengacu ke filmnya,” alasan pencipta lagu-lagu Tak Ingin Usai dan Cintaku Sederhana (Tere), Bisa Jadi (duet Titi DJ-Reza), serta Lagu Peri (Titi) ini.

Di lain pihak, “Kalau bikin lagu biasa, harus berkhayal dulu, lagu itu tentang apa. Juga, harus mikir, kira-kira bisa enggak ya lagu itu diterima publik,” lanjut perempuan kelahiran London (Inggris), 14 Desember 1976, ini.

Satu film lagi, dengan sutradara Lasja dan penulis skenario Monty, melibatkan Sarah sebagai pencipta lagu temanya. “Aku sudah bikin lagunya,” ungkapnya. “Tapi, Lasja baru melahirkan. Jadi, belum tahu kapan film itu akan dibikin,” kata Sarah lagi, kali ini sambil nyengir kecut.

Sumber : (Ati) Kompas Cyber Media


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.