Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
10
Des '05

Pelanggaran terhadap Hak Para Buruh Masih Tinggi


Meskipun Indonesia telah meratifikasi konvensi ILO (International Labour Organisation) No. 87 tentang kebebasan berserikat dan perlindungan melakukan pengorganisasian, jumlah pelanggaran terhadap para buruh masih tinggi. Pada tahun 2005 ini, setidaknya tercatat ada 45 perusahaan di 12 provinsi yang melakukan pelanggaran. Sebanyak 1.418 orang yang menjadi korban akibat melakukan kegiatan berserikat.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban dalam seminar tentang kebebasan berkumpul dan berserikat dalam rangka peringatan hari hak asasi manusia (HAM) internasional, di Jakarta, Jumat (9/12).

Dia mengatakan pelanggaran tersebut biasanya berupa penahanan (arrests), pembunuhan (death), ancaman dibunuh (death threats), pemenjaraan (imprisonment), pemutusan hubungan kerja (PHK), dan penyiksaan. Para pelakunya adalah perusahaan, aparat keamanan, preman, dan pemuka adat di daerah.
Wakil Ketua Hukum dan HAM Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Patra M. Zein yang turut hadir dalam pembicara dalam kesempatan tersebut mengatakan di tingkat normatif peran negara untuk melindungi hak berserikat dan berorganisasi termuat secara tegas di dalam Pasal 9 UU No. 21/2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Sumber : (tutut herlina) Sinar Harapan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Freedom of association largely flouted: Union
Artikel selanjutnya :
   » » Warga Dusun Sinar Pagi Hidup tanpa Pelayanan Kesehatan