Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
9
Des '05

Puluhan Ketua Majelis Jemaat HKBP Ikuti Pembinaan di Resort Silaban


hkbp silaban.jpg

Sebagai kelanjutan perayaan JUBILEUM 100 tahun HKBP Ressort Silaban, Senin, 28 Nopember 2005 diadakan Pembinaan ketua majelis jemaat (Sintua) se-HKBP Resort Silaban. Pembinaan ini diikuti 40 orang Sintua, dimana Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. M.H. Sihite hadir sebagai salah satu Pembicara.

Dalam sesi pertama, Kepala Departemen Marturia membahas mengenai pekerjaan/jabatan atau ‘orang yang tepat’ yang dalam bahasa Batak disebut Tohonan. Ia menyatakan, menunaikan tugas pelayanan kepada Allah dan kepada sesama manusia sebagai wujud iman kepada Kristus Raja Gereja. Tohonan diterima dari Allah untuk menggembalakan jemaatNya agar tetap setia dan mendekat kepada Tuhan. Tohonan memiliki peranan yang sangat penting dalam perjalanan Gereja. Perkembangan pelayanan terletak pada penghayatan dan pelaksanaan panggilan dalam menunaikan pelayanannya.

Sesi kedua dilanjutkan dengan materi Tugas dan Tanggung-jawab Marturia. Panggilan bersaksi di dunia merupakan Amanat Agung Yesus Kristus seperti yang tertulis dalam Matius 28:19-20 yang berbunyi: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Panggilan itu dialamatkan kepada seluruh orang percaya dan merupakan tujuan dasar dari kesaksian dan pelayanan dalam kehidupannya. Kesaksian tersebut harus berkesinambungan dengan melibatkan peran serta para pelayan Gereja, penatua serta partisipasi jemaat dalam merealisasikan penginjilan yang dinamis. Diharapkan dengan Misi pelayanan di bidang Marturia, HKBP dapat membawa seluruh jemaatnya kepada suatu kerinduan akan keselamatan yang daripada Kristus Yesus.

Dalam sesi ketiga, Pdt. R.T. Munthe, menyatakan, sebagai orang percaya, setiap umat harus memberi persembahan sebagai ucapan syukur yakni buah dari iman yang hidup. Mempersembahkan tubuh, tenaga, pikiran dan waktu, menjadi pelayan di Gereja yang menegakkan Firman Allah sebagai Kebenaran, itulah persembahan yang paling berharga dalam Kerajaan Allah.

Disimpulkan, pelayanan sebagai ketua majelis jemaat di HKBP adalah merupakan persembahan. Karena itu hendaknya setiap ketua majelis jemaat hendaknya memberi persembahan yang paling berharga dalam pelayanannya.

Sumber : (Rosa H) , Kristiani Pos


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Aussie Miner Gets 10 Months For Drugs
Artikel selanjutnya :
   » » Freedom of association largely flouted: Union