Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
30
Nov '05

Ratusan Warga Menutup Lokasi TPA [Tempat Pembuangan Akhir] Bantar Gebang


Warga Kecamatan Bantar Gebang menutup tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Bantar Gebang milik Pemda DKI untuk kesekian kalinya.
Sedikitnya 600 warga dari tiga kelurahan yang tempat tinggalnya berdekatan dengan TPA, hingga berita ini diturunkan, Rabu (30/11) pagi, menutup jalan masuk menuju TPA.

Warga mulai berdatangan, berorasi di gerbang utama pintu masuk TPA, mengakibatkan kemacetan total di ruas Jalan Raya Narogong. Puluhan truk sampah milik Pemda DKI dan Pemkot Bekasi tidak dapat masuk ke TPA karena dihadang ratusan massa. Truk sampah tersebut terpaksa berhenti dan parkir di tepi jalan raya.
Salah seorang di antara pengunjuk rasa yang ditemui SH, Sanit, warga Kelurahan Cikiwul mengakui, mereka sengaja melakukan penutupan untuk kesekian kalinya. Hal ini karena mereka tidak pernah menikmati dana kompensasi Rp 212 juta per bulan yang dialokasikan untuk tiga kelurahan, yakni Kelurahan Sumurbatu, Kelurahan Cikesingudik, dan Kelurahan Cikiwul.

Warga juga menuntut agar dana kompensasi dibayarkan langsung kepada warga, Rp 50.000 per kepala, sebagaimana sudah pernah dilaksanakan Pemda Bekasi awal 2004 lalu. Mereka juga mendesak aparat kepolisian Metropolitan Bekasi, mengusut dugaan penyalahgunaan dana kompensasi yang selama ini diterima Lembaga Pemberdayaan Masyarakat.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan di gerbang utama menuju TPA tersebut membuat arus lalu lintas dari arah Cileungsi, Bogor dan Bekasi macet total.
Puluhan petugas Polsek Bantar Gebang dipimpin Kanit Resintel Inspektur Satu JM Silaban, berusaha menghalau ratusan massa yang terus merangsek menuju Jalan Raya Narogong.

Tidak Puas
Aksi unjuk rasa, sebagaimana diakui Kanit, merupakan bentuk ketidakpuasan warga terhadap pengelolaan TPA. Sampai saat ini, TPA tersebut masih mendatangkan petaka karena rusaknya lingkungan hidup akibat tumpukan sampah. Setiap hari sampah yang dibuang ke TPA tersebut, sedikitnya 5.000 ton per hari.
Petugas Dinas Kebersihan dan Satuan Polisi Pamong Praja, Pemerintah Kota Bekasi, juga tampak di lokasi unjuk rasa karena truk sampah yang sedianya membuang sampah di TPA, kini tertahan. Dikhawatirkan jika aksi tersebut berlangsung sampai sore, sampah di Kota Bekasi, termasuk di wilayah Pemda DKI, akan menumpuk.

Sementara itu, JM Silaban kepada SH, mengatakan pihaknya masih menunggu kedatangan para pejabat terkait sehubungan dengan aksi penutupan TPA tersebut

Sumber : (Jonder Sihotang) Sinar Harapan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Ditunda, sidang tuntutan korupsi
Artikel selanjutnya :
   » » Dua PNS Pemkot Terpental Calon Dirut PDAM