Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
17
Okt '05

Personil Polres Taput dan Pelajar SMA Negeri Siborongborong Bentrok


Petugas Polres Tapanuli Utara bentrok dengan pelajar SMA Negeri I Siborongborong, Sabtu (15/10) di kompleks sekolah setempat.

Delapan siswa dan guru mengalami penganiyaan, sementara Kapolres Taput membantah, malah disebut seorang anggotanya kena pukulan kayu.

Atas kejadian itu, Ketua Osis SMA Negeri I Siborongborong buat surat pengaduan kepada Kapolri, Kapoldasu, Kapolres Taput dan Kapolsek Siborongborong.

Dalam surat tanggal 15 Oktober 2005 dikatakan, ada beberapa pelajar dan guru diperlakukan oknum aparat polisi secara tidak manusiawi.

Pelajar dan guru dianiaya dengan cara diseret, ditampar dan dipukuli, karena tidak mau baris untuk menerima kehadiran kepala sekolah yang baru dilantik untuk menggantikan Drs Alfa Simanjuntak.

Dalam surat pengaduannya disebut, tujuh pelajar yakni, Deardo Manalu, Haida Sihombing, Marta Napitupulu, Juniara, Victor Silaban, Sartika Sibarani, Jepri Nababan dipukuli serta diseret-seret, hingga ada yang pingsan.

Sementara seorang guru dipukuli sampai pincang. Selanjutnya mereka digiring ke mobil patroli Polres Taput dan dibawa ke Mapolres di Tarutung.

“Surat pengaduan itu, kami buat supaya Kapolri dan Kapoldasu menindak oknum polisi Polres Taput yang menganiaya para pelajar SMA Negeri I Siborongborong di sekolah. Polisi yang sebagian berpakaian preman itu, mendatangi pelajar di ruangan kelas dan memaksa untuk segera keluar untuk berbaris. Kami saat itu, terkejut ada apa oknum polisi masuk ke ruangan sekolah. Wajar saja pelajar tidak mematuhinya karena polisi bukan guru,” ujar Ketua Osis SMA Negeri I Siborongborong.

Kapolres Taput AKBP Drs Adityawarman yang dikonfirmasi wartawan via HP, Sabtu (15/10) seputar aparat polisi Polres Taput yang disebut melakukan penganiayaan terhadap pelajar SMU dan guru, dibantah. Namun, Kapolres mengakui terjadi insiden.

“Tidak ada anak buah saya melakukan penganiayaan. Justru anak buah saya dipukuli pakai kayu. Kehadiran polisi di sekolah atas permintaan untuk melakukan pengamanan”, ujar Kapolres.

Kapolres mengakui, saat itu ada beberapa pelajar dan guru di interogasi di Mapolres Taput. Mereka tidak ditahan, hanya dimintai keterangan saja, katanya.

Sementara itu, guru-guru SMA Negeri I Siborongborong, Sabtu (15/10) sore terlihat menjenguk pelajar dan rekannya yang diperiksa di Sat Serse Polres Taput. Dari wajah mereka tampak menunjukkan rasa keprihatinan atas terjadinya insiden itu.

Kepala Sekolah SMA Negeri I Siborongborong yang baru Drs J. Purba kepada wartawan mengatakan, mengingat kondisi sekolah sangat membutuhkan perhatian dan pemikiran dari semua pihak termasuk guru dan orangtua.

Sebagai Kasek yang baru, ia akan mengupayakan agar tetap bergandengan tangan untuk memperbaiki sekolah ini dan untuk itu butuh waktu, ujarnya.

J Purba mengatakan, menyangkut adanya permintaan pelajar supaya Drs Alfa Simanjuntak tetap mengajar di SMA Negeri 1 Siborongborong, akan dicari suatu solusi yang terbaik dengan cara kerjasama demi kemajuan sekolah.

Sumber : (ans) iSekolah, Tarutung


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.