Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
16
Okt '05

Partisipasi


Dalam pembangunan kita kenal pendekatan dari atas (Top Down Strategy) dan dari bawah (bottom up strategy) dengan melihat kekuatan dan kelemahan kedua pendekatan tersebut, maka dalam program pengembangan masyarakat, pendekatan dari bawah (dilengkapi dengan bimbingan dari atas), merupakan alternatif yang layak digunakan.

Dengan pendekatan tersebut, partisipasi masayrakat menjadi hal yang sangat penting bahkan mutlak diperlukan. Karena pendekatan tersebut bertumpu pada kekuatan masyarakat untuk secara aktif berperan serta (ikut serta) dalam proses pembangunan secara menyeluruh.
Partisipasi saja sebagai strategi dalam program pengembangan masyarakat, tetapi ia juga menjadi hasil yang sangat diharapkan dari pada program pengembangan masyarakat. Dengan adanya partisipasi, kita dapat memperoleh keuntungan-keuntungan antara lain :

1. Mampu merangsang timbulnya swadaya masyarakat, yang merupakan dukungan penting bagi pembangunan.
2. Mampu meningkatkan motivasi dan keterampilan masyarakat dalam membangun.
3. Pelaksanaan pembangunan, semakin sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
4. Jangkauan pembangunan menjadi lebih luas, meskipun dengan dana yang terbatas.
5. Tidak menciptakan ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah.

Dari uraian tersebut dapat tarik suatu pengertian bahwa partisipasi yang sering juga disebut peran serta atau ikut serta masyarakat, diartikan sebagai adanya motivasi dan keterlibatan masyarakat secara aktif (dan terorganisasikan) dalam seluruh tahapan pembangunan, sejak tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, evaluasi hingga pengembangan atau perluasannya.

Partisipasi Ditinjau Dari Segi Fungsi Yang Diambil Masyarakat dan Motivasi Masyarakat/Pelaku

Partisipasi dapat ditinjau dari segi fungsi yang diambil oleh pelaku dan dari segi motivasi si pelaku partisipasi. Secara teori partisipasi dapat diurutkan dari tingkat yang paling rendah sampai yang tinggi. Untuk lebih jelasnya berikut diuraikan tinjauan tentang makna masing-masing jenis partisipasi tersebut.

1. Partisipasi ditinjau dari fungsi yang diambil masyarakat (pelaku)
Untuk suatu program, fungsi yang dapat diambil oleh masyarakat dalam berpartisipasi antara lain ialah :
a. Berperan serta dalam menikmati hasil pembangunan.
Karena semua sudah dikerjakan oleh pihak luar maka masyarakat tinggal menerima jadi berupa hasil pembangunan. Misalnya gedung sekolah, dam, pos KB, pembibitan tanaman, masyarakat tinggal terima bibitnya, dsb. Partisipasi ini jelas mudah, namun menikmati belum berarti memelihara.

b. Berperan serta dalam melaksanakan program pembangunan
Hal ini terjadi karena pihak luar masyarakat, sudah mengerjakan persiapan, perencanaan, dan menyediakan semua kebutuhan program. Masyarakat tinggal melaksanakan, dan setelah itu baru dapat menikmati hasilnya.
Misalnya: Dalam membangun jalan (pengerasan), masyarakat ikut meratakan jalan dan menata/merapikan batu. Pemugaran rumah, masyarakat tinggal memasang alat-alat/bahan yang sudah disediakan dll.

c. Berperan serta dalam memelihara hasil program
Fungsi lebih sulit, apalagi kalau masyarakat tidak terlibat dalam pelaksanaan. Sulit bukan saja karena tidak mempunyai keterampilan, tetapi yang lebih penting karena mereka merasa tidak memiliki program tersebut.
Misalnya: Biasanya masyarakat bersedia memelihara satu gedung milik umum di desa jika mereka ikut ambil bagian dalam membangunnya, bahkan ikut menyumbang sebagian bahan. Contoh lagi, masyarakat bersedia menanam dan memelihara bibit tanaman (dari proyek pembibitan) kalau masyarakat ikut berkorban atau berpartisipasi selama pembibitan dipersiapkan dan dilaksanakan.

d. Berperan serta dalam menilai program.
Fungsi ini kadang diambil masyarakat karena :
- diminta oleh penyelenggara program
- masyarakat merasa program tidak sesuai dengan aspirasinya (tetapi hal ini biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi).

Sumber : (Reinhard M. Silaban, S.Hut.) Bona Pasogit


Ada 7 tanggapan untuk artikel “Partisipasi”

  1. Tanggapan eno:

    artikel yg menarik, krn saat ini saya sdg studi pustaka mengenai pengembangan masyarakat, tepatnya penggunaan media massa lokal dlm pengembangan masyarakat. bila ada referensi utk saya,wah saya sgt senang skli. trims

  2. Tanggapan amoye:

    terima kasi saya mendapat literatur baru dan ini sangat menarik bagi saya, karena saya lagi menyusun rancangan penelitian untuk meneliti masalah pembangunan yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat. dalam hal ini pengaruh partisipasi masyarakat dalam pembangnan. makasih. tapi kalau bisa apakah saya bisa dikirimkan artikel - artikel yang berhubungan dengan penelitian saya ini ? Makasih ya. sebelumnya.

  3. Tanggapan amoye:

    Sangat membantu saya karena sementara ini saya lagi mencari literatur pendukung yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. makasih

  4. Tanggapan manadi:

    siapa pencetus teori ini?. apakah yang ini yang disebut “teori partisipasi”? mohon jawabannya…

  5. Tanggapan c1p:

    Lanjutan-sama:

    Tanggapan manadi:
    Pada tanggal 1 Desember 2007 jam 12:34 pm

    siapa pencetus teori ini?. apakah yang ini yang disebut “teori partisipasi”? mohon jawabannya…

  6. Tanggapan muffin:

    artikel2 yang oke banget,coz manambah wawasan plus panambah literatur bagi saya tentu.thx banget!!!!

  7. Tanggapan Rheiyaa da_viTahoLiC:

    tengkyu bro silabad 4 da info
    mayan bwat nambah refrensi-kuwh
    klo da teori partisipasi masyarakat lagi
    or something like that kasih tw imel gw yah

    tengkyu…
    tengkyu…
    tengkyu…

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.