Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
11
Okt '05

Polres KP3 Belawan Tangkap Preman Pelaku Pungli


Lima preman berpenghasilan rata-rata Rp 1 juta – Rp 2 juta/hari dari hasil pungutan liar (pungli), ditangkap petugas Polres KP3 Belawan saat melakukan aksinya terhadap pedagang ikan di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan. Mereka ditangkap secara terpisah sejak Jumat (7/10) hingga Senin kemarin bersama barang bukti uang ratusan ribu rupiah dan satu unit mobil.

Dalam aksinya kawanan preman menyaru sebagai petugas salah satu serikat pekerja lengkap dengan dokumennya. Mereka mengutip uang sebesar Rp 5.000/tong ikan (fiber) atau Rp 130.000/truk. Setiap harinya rata-rata 400 fiber ikan keluar dari Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan.

Kapolres KP3 Belawan, AKBP Dedi SP didampingi Kasatreskrim AKP Marjo kepada pers, Senin kemarin mengatakan, sepak-terjang kelima preman yang mengaku dari salah satu serikat pekerja itu sudah berlangsung empat tahun lebih. Para tersangka yakni L Silaban, MT Marbun, L Sitompul, L Sihotang dan M Saragih, dengan leluasa melakukan pengutipan berkedokkan serikat pekerja sehingga pedagang ikan terpaksa memenuhi permintaannya. Padahal lembaga pekerja yang mereka sebut tidak punya dasar hukum.

Terungkapnya aksi premanisme itu setelah harga BBM naik. Selain biaya untuk BBM sudah melonjak, sopir truk pengangkut ikan juga harus mengeluarkan biaya untuk preman sebesar Rp 5.000/fiber ikan. “Hal inilah yang kemudian mengungkapkan kejahatan terselubung tersebut,” ujar Dedi sembari menambahkan penghasilan preman itu bisa mencapai Rp 2 juta/hari.

Sumber : (wismar simanjuntak) Medan Bisnis


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.