Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
29
Sep '05

Ribuan Massa Kepung Istana Tolak Kenaikan harga BBM


Ribuan masa dari berbagai elemen masa dan mahasiswa berunjuk rasa di depan istana negara Jakarta menolak rencana pemerintah menaikan harga BBM. Sementara Demo berlangsung, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang berada di Pasuruan Jawa Timur.

Unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM dan sejumlah tuntutan penolakan atas kebijakan pemerintah juga terjadi di berbagai daerah, seperti Surabaya, Jogyakarta, Sola, Banjarmasin, Palangkaraya, Cirebon, Bandung dan Makasar. Demo di Maksar sempat terjadi sedikit bentrok mahasiswa dan aparat di depan kediaman pribadi wapres Jusuf Kalla. Sementara, di jakarta masa dan mahasiswa bergerak dari berbagai penjuru mengepung istana presiden.

Elemen masa seperti, Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta dan bergerak menuju istana menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai 1 Oktober mendatang.

Selain itu massai buruh, petani, santri dan mahasiswa serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu berkumpul dan melakukan orasi juga mulai dari Bundaran HI dan sekitar pukul 11.00 WIB mulai berjalan bersama menuju Istana Merdeka sambil mengusung berbagai spanduk. Demo massa itu sempat memacetkan jalan di sejumlah ruas jalan ibukota dan kota lain.

Dalam orasinya mereka menyatakan bahwa kebijakan menaikkan harga BBM hanya akan menambah kesengsaraan rakyat sehingga harus dibatalkan.

Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), menurut ketuanya, Rekson Silaban, mengajak sekitar 1000 orang buruh dari Tangerang, Bekasi, Cilegon dan DKI Jakarta untuk bergabung dalam aksi penolakan kenaikan harga BBM itu.

Di samping menolak kenaikan harga BBM, ARM juga menuntut supaya pemerintah mencabut peraturan-peraturan yang dinilai tidak memihak kepada rakyat seperti Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 dan Perpres nomor 36 tahun 2005 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Selain itu mereka juga menuntut pemerintah supaya melaksanakan reformasi agraria, menghentikan pemutusan hubungan kerja dan menaikkan upah pekerja, menciptakan lapangan pekerjaan dengan upah layak, dan memberikan pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat.

Guna mengamankan aksi tersebut aparat kepolisian menurunkan sekitar 180 personil, satu kendaraan “water canon”, satu baracuda, dan sejumlah mobil polisi yang berisi peralatan anti huru hara.

Sumber : [fr/ant]  IndonesiaSatu


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.