Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
29
Sep '05

75 Tahun HKBP Palembang Ressort Palembang


1. Pendahuluan

Sejarah keberadaan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Palembang tidak terlepas dari saat-saat pertama datangnya etnik Batak ke Bumi Sriwijaya sekitar tahun 1925. Bagaikan burung yang terbang ke mana-mana mencari makanan atau seperti benih yang melayang-layang ditiup angin dan tumbuh di mana ia jatuh, demikianlah pendatang Batak Kristen bertumbuh dan berkembang menjadi besar, menumpang dari satu gereja ke geraja lain, dan akhirnya atas pertolongan Tuhan Yesus Kristus, jemaat bertambah banyak dan berhasil mendirikan sebuah gereja yang cukup besar, terletak di Jl Mayor Ruslan No 3 Palembang. Berkat tuntunan Roh Kudus, Gereja ini mengembangkan pelayanan ke daerah-daerah pinggiran Palembang dan kota-kota lain di Propinsi Sumatera Selatan, Propinsi Bengkulu dan Pulau Enggano. Sampai saat ini HKBP Palembang terdiri atas 12 (duabelas) buah gereja mandiri yang termasuk dalam HKBP Ressort Palembang. Dari Ressort ini telah lahir pula 3 ressort yang baru, yakni Ressort Plaju, Ressort Kenten Anugerah dan Ressort Baturaja.

Selain itu HKBP Palembang juga mengadakan pelayanan oikumenis kepada orang Kristen yang bekerja di Perusahaan Perkebunan, seperti di Cengal Location (daerah Kayu Agung) dan tempat-tempat lainnya. Artinya, yang menjadi pemimpin jemaat tersebut adalah “Pelayan Penuh Waktu” yang di SK-kan Pimpinan Pusat HKBP, walaupun struktur organisasi-nya masih tetap bersifat oikumenis.

2. latarbelakang berdirinya hkbp palembang

Orang Batak yang merantau di Palembang umumnya bekerja pada pertambangan Plaju dan Sungai Gerong dan selebihnya bekerja di daerah pertambangan batubara Tanjung Enim. Umumnya mereka masih lajang (dolidoli) dan kalaupun sudah berkeluarga, mereka masih meninggalkan keluarganya di kampung halamannya masing-masing.

Berhubung karena kemampuan ekonomi mereka belum memadai sehingga belum mampu membangun gedung gereja, mereka mengikuti ibadah di gereja-gereja sekitar, seperti Gereja Ambon, Gereja Methodist, Gereja Jawa dan lain-lainnya. Lambat laun, mulailah diadakan kebaktian tersendiri orang Batak Kristen di rumah-rumah warga jemaat secara bergantian. Kebaktian itu adakalanya terkendala karena tidak adanya rumah yang siap digunakan sebagai tempat beribadah. Persekutuan ini akhirnya berkembang menjadi sebuah “Gereja Batak” dengan nama “Gereja Persekutuan Kristen Batak” (GPKB) yang berdiri pada tanggal 8 Juni 1928 yang sekarang berada di Jalan Lapangan Hatta.

Tetapi sejak tanggal 4 Mei 1929 sampai tanggal 2 Maret 1930, timbullah ketidak-sesuaian dalam hal Tata Ibadah dan faktor inilah salah satu motif untuk memisahkan diri dari GPKB, sekaligus merencanakan kebaktian HKBP di rumah-rumah warga jemaat secara bergantian.

Dalam interval waktu seperti disebut di atas (4 Mei 1929 s/d 2 Maret 1930), Pdt Piter Tambunan dari HKBP Kernolong Jakarta datang berkunjung ke Palembang untuk melakukan pelayanan. Beliau mendapat sambutan dan bantuan spontan dari Bpk Cornelius Siregar gelar Sutan Batara Guru yang bekerja di Kantor Kereta Api (Jl Sungai Rendang), Bpk Samuel Sihombing yang tinggal di Keramasan, Bpk Harahap, Bpk Hutagalung, Bpk Karioskar Pasaribu, Bpk Samuran Tambunan dan beberapa orang pemuda (dolidoli) seperti Abidan Lumban Tobing, Benyamin Lumban Tobing, Gamaliel Siregar, MT Panggabean, Poltak Hutapea, Yansen Hutapea, Yunus Pohan (Plaju), Bisma Tambunan (Sei Gerong), Sem Pardede, Gustav Silalahi, Sergius Sihombing dan lain-lainnya.

Selain bpk Pdt Piter Tambunan, tokoh-tokoh di ataslah yang berusaha mengumpulkan orang Batak Kristen untuk mendirikan HKBP Palembang. Untuk pertama kalinya kebaktian minggu diadakan di Staatkerk Talang Semut, sekaligus pelayanan Baptisan dan Perjamuan Kudus. Tetapi dapat dipastikan bahwa ini bukanlah ‘Baptisan Pertama’, namun tidak dapat dipungkiri hanya inilah dokumen yang ada selama kurun waktu Tahun 1929 s/d Juli 1932.

Tempat kebaktian yang pertama diadakan di Gereja Staatkerk (sekarang GPIB Immanuel) di Jalan Talang Semut Lama Palembang, kemudian berpindah ke gereja Kristen Siloam (Gereja Putih Indische Kerk) yang terletak di Jalan Tasik Talang Semut.

Selama kurun waktu 25 tahun (1929-1954) warga jemaat beribadah dengan menumpang di gereja-gereja setempat. Barulah sesudah masa pelayanan Pdt Alexander Pardede (1953-1959) dimulai pembangunan gedung gereja, yakni thn 1955. Gereja ini terletak di Jl Syakyakirti dan Gereja inilah yang biasa disebut “Gereja Lama” yang sekarang sudah ‘dirobohkan’, dan di lokasi ini pula terletak rumah dinas pendeta ressort. Pada bulan April 1987 dimulailah pembangunan gereja baru di atas sebuah lahan bekas pemakaman kristen peninggalan Belanda. Tanah ini berhasil diperoleh berkat kerja keras para pejabat Pemda Sumsel yang beragama kristen khususnya orang Batak. Gereja ini selesai dibangun dan diompoi pada tanggal 6 Okt 1991. Perayaan peresmian dipimpin Ompu i Ephorus Pdt DR SAE Nababan didampingi oleh Bpk Hasan Basri (Gubernur Sumsel).

Berdasarkan “Buku Kenangan Panitia Jubileum HKBP 125 Tahun” Tentang HKBP Distrik XV Sumatera Bagian Selatan Cet Thn 1986 dapat disimpulkan bahwa tahun berdirinya Gereja HKBP Palembang adalah Tahun 1930 yang dipimpin oleh Bpk Pdt Peter Tambunan dari HKBP Kernolong Jakarta, dengan warga jemaat sebanyak 7 (tujuh) Kepala Keluarga dan 12 (duabelas) orang naposobulung. Parhalado yang pertama ialah St Cornelius Siregar yang selanjutnya menjadi Wakil Vorganger (Guru Huria), St Samuel Sihombing, St Karioskar Pasaribu dan St Hutagalung.

3. Penetapan Thn Berdirinya HKBP Palembang

Sejak terbitnya Surat Keputusan tentang pembentukan Panitia Perayaan Jubileum 75 Thn HKBP Palembang, timbul banyak keraguan di kalangan warga jemaat HKBP Palembang berhubung karena minimnya data sejarah (tertulis) tentang hari lahirnya HKBP Palembang. Di samping itu orang-orang yang mengetahui atau pelaku sejarah berdirinya HKBP Palembang umumnya sudah meninggal dunia. Berdasarkan keputusan seminar yang diselenggarakan HKBP Palembang pada thn 2003, maka seminar ini sepakat merekomendasikan: “Untuk menggali Poti Parpadanan” (Peti Peletakan Batu Pertama, semacam Batu Ojahan) Gereja yang terletak di lokasi Jl Syahkyakirti atas persetujuan Anggota Majelis dan para tetua HKBP Palembang yang diadakan pada tanggal 2 Agustus 2004. Penggalian diadakan selama 2 (dua) hari yakni tanggal 3 dan 4 Agustus 2004.

Pada tanggal 4-8-2004, “Poti Parpadanan” Gereja Lama dapat ditemukan dalam keadaan masih utuh. Isi kotak Poti Parpadanan tersebut adalah: Satu (1) buah Bibel, satu (1) buah Kathehismus dan satu (1) lembar besar Surat Kesaksian tentang berdirinya HKBP Palembang yakni Tahun 1929, dan perletakan Batu pertama Gereja HKBP di Jl Syakyakirti adalah 29 Mei 1955.

Berikut Salinan Surat Kesaksian tentang berdirinya HKBP Palembang :

RUAS PARHALADO DI PARMULAAN HAOODJAK NI HURIA KRISTEN BATAK PROTESTANT DI PALEMBANG DI TAON 1929

GAMALIEL SIREGAR

FRIEDERICK SILABAN

WILEM HUTAPEA

BC PASARIBU

BENJAMIN BONIFACIUS DAIRI

RUAS PARHALADO DI HAOODJAK NI GEREDJA HURIA KRISTEN BATAK PROTESTANT DI PALEMBANG ARI PESTA HARORO NI TONDI PORBADIA 29 MEI 1955

PDT ALEXANDER PARDEDE

MANGAPULARSO HUTABARAT

MANGATAS SIHOMBING

HUMALA SILALAHI

VICTOR SIMANDJUNTAK

SEM PARDEDE

HASAEL SIREGAR

MARADEN RITONGA

JANNUS POHAN

PAUL TAMBUNAN

MUAL LUMBANTOBING

BISMAR TAMBUNAN

GAJUNG HISKIA SINAGA

ADRIAN MATNUR TAMBUNAN

JOHANIS SIMANDJUNTAK

HUMALA SORMIN

SORTA ADRINUS SITOHANG

ARIS MARULI SABAM SIAHAAN

LALO FERDINAND PANGGABEAN

MAJAMAN SIAHAAN

BONGGAN HAMONANGAN PANGGABEAN

1 KORINT 3:11 : AI NDANG TARPAULI ODJAHAN NAASING DUNGHON NI NAUNG ODJAK I, IMA JESUS KRISTUS I

MATEUS 16:18 : DIATAS BATU MAMAK ONDENG DO PAODJAHONHU HURIANGHU DJALA NASO TUPA TALU I BAHENON NI ANGKA HARBANGAN NI BANUA TORU

JOHANNES 14:6 : AHU DO DALAN I DOHOT HASINTONGAN NDANG ADONG NASAHAT TU AMA I, IA SO MORHITE SIAN AHU.

Dengan demikian tahun berdirinya Gereja HKBP Palembang adalah Tahun 1929, walaupun tanggal dan bulan tidak dapat dipastikan, dan Jubileum 75 Tahun adalah seharusnya diadakan Tahun 2004 yang lalu, tetapi Majelis Gereja dan Panitia Perayaan Jubileum 75 Thn HKBP Palembang menyepakati untuk mengadakan Perayaan Jubileum 75 Thn pada tgl 30 September s/d 2 Oktober Tahun 2005 ini.

4. pelaksanaan perayaan jubileum 75 thn hkbp palembang

Perayaan Jubileum 75 tahun HKBP Palembang diadakan berturut-turut selama 3 (tiga) hari, yakni tgl 30 Sept s/d 2 Okt 2005. Pada hari pertama (Jumat, 30 Sept), dengan didahului Kebaktian, warga jemaat sebanyak 850 KK akan menyampaikan ‘siluanya’ (tanda ucapan syukur atas anugerah Tuhan menyertai umatNya selama 75 tahun). Silua ini akan disampaikan dalam iringan tarian (tortor) dari sejumlah 19 Wijk daerah pelayanan dan 4 Jemaat Pagaran. Pada hari Kedua (Sabtu, 1 Okt) diharapkan utusan-utusan marga Batak (35 marga) juga akan manortor sebagai tanda dukungan kepada HKBP sekaligus doa permohonan agar Tuhan semakin memberkati HKBP. Hari Ketiga (Minggu, 2 Okt) disebut Perayaan Puncak yang dibagi atas tiga kegiatan besar yakni Kebaktian Raya yang akan dipimpin langsung oleh Pimpinan HKBP yang dalam hal ini Sekjen HKBP, Pdt Willem TP Simarmata. Pada perayaan puncak inilah Panitia akan menyampaikan rasa terima kasih kepada para pelayan penuh waktu yang pernah melayani di HKBP Palembang sesuai dengan SK Pucuk Pimpinan HKBP. Kegiatan yang kedua adalah penandatanganan “Prasasti Jubileum 75 Th” oleh Sekjen HKBP dan Bpk Syarial Oesman selaku Gubernur Sumsel. Selain itu diharapkan hadir juga Bpk Mayjen Syahrial BP Peling (Panglima Kodam Sriwijaya), Bpk Edwin P Situmorang (Kajati), Bpk Muhammad Yanshuri (Ketua DPRD Kota Palembang), Walikota Palembang dari unsur-unsur Muspida setempat. Perayaan akan diakhiri dengan kegiatan ketiga yakni Tortor Rombongan Gubernur dan Muspida setempat, Tortor 7 Gereja Pagaran, Tortor Gereja-gereja Tetangga dan undangan lainnya. (Penulis adalah Pendeta HKBP Ressort Palembang)

Sumber : (Pdt Mori Sihombing MTh) Harian SIB (broken link)


Ada 2 tanggapan untuk artikel “75 Tahun HKBP Palembang Ressort Palembang”

  1. Tanggapan sahat manullang:

    maaf amang…
    mau koreksi sediki saja,karena kita sudah du dunia maya,sebaiknya di perhatikan nama penulis tersebut.
    di bawah tulisan amang (maaf) namanya salah.di situ ditulis Pdt Moru Sihombing MTh.kan sebenarnya (maaf) Pdt.MORI SIHOMBING.
    hanya itu saja amang yang perlu diperhatiin.
    trimakasih amang
    sahat manullang

  2. Tanggapan Charly Silaban:

    Mauliate atas koreksinya lae manullang.. :)

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.