Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
6
Sep '05

Kapal Berubah Warna dan Nama


Keberadaan Kapal KM Angelina hasil tangkapan Bea dan Cukai yang berhasil kabur dari penjagaan Polisi Kehutanan (Polhut), sampai saat masih belum diketahui secara pasti. Namun dari informasi yang dihimpun, kapal itu sudah berada di Selat Panjang dan diduga warna dan namanya telah diganti.

Demikian dikatakan Kepala Penyidik Polisi Kehutanan Dinas Pertanian dan Kehutanan, H.Silaban kepada Sijori Mandiri saat diwawancarai Senin (5/7).

Dijelaskan Silaban,  sejak kapal itu kabur tengah malam 5 Agustus lalu, pihaknya terus melakukan pencarian. Pencarian sampai ke Moro, Tanjung Samak, Pulau Abang dan Batam selama tiga hari berturut-turut dengan bantuan anggota polisi namun belum membuahkan hasil.

Namun lima hari setelah kabur Silaban mendapat informasi kapal itu sudah kembali ke daerah asalnya Tembilahan.  Dirinya bersama empat orang anggota Dishut segera melakukan pengejaran.

Melalui pengintaian jarak jauh ternyata benar  kapal itu sudah berada di Tembilahan. Sayangnya kata Silaban saat pengintaian di Tembilahan, anggota Polisi Polres Karimun tidak ikut. Namun saat itu juga dirinya langsung berkoordinasi dengan Polres Karimun, kalau kapal yang diburu sudah kelihatan di Selat Panjang. “Saat menunggu kedatangan polisi itulah kapal itu kembali menghilang, dan sampai sekarang belum diketahui jejaknya,” papar Silaban.

Dikatakan, kasus ini sudah diserahkan ke polisi untuk penanganan lebih lanjut. Dirinya mengaku tidak berani melakukan penangkapan, saat melihat kapal itu sudah berubah warna serta nama karena butuh penyelidikan dan pembuktian.

“Namun saya optimis kapal itu pasti ketangkap kembali. Saat ini dokumen penting tentang kepemilikan kapal itu juga masih ada,” ujar Silaban sambil menunjukkan bundelan KM. Angelina yang berisi berbagai surat-surat kapal.

Silaban juga menyayangkan tudingan yang dialamatkan kepadanya kalau sebenarnya kapal itu tidak kabur tapi sengaja dilepaskan. Bahkan  adanya permintaan beberapa pihak  kepada polisi untuk memeriksa dinas kehutanan terkait kaburnya kapal ini, tidak membuat Silaban gentar.

“Kalau memang diperiksa saya siap, silakan saja, dan tanyakan kepada 4 orang petugas jaga yang sudah dinonaktifkan dari tugasnya saat ini. Kondisi pos Polhut  yang terletak di Ujung Pulau Karimun, dengan petugas jaga dan prasarana yang tidak memadai untuk pengejaran merupakan salah satu faktor mudahnya kapal itu kabur. Jadi, jangan cepat menduga,” kata Silaban

Sementara itu Kapolres Karimun, AKBP Nughi Kristianto yang di konfirmasi Sijori Mandiri secara terpisah membenarkan tentang hilang kapal KM Angelina. Menurut Nughi, terkait hilangnya kapal tersebut, empat orang pegawai Dishut telah di panggil untuk diperiksa.

“Kita telah memanggil empat orang pegawai Dishut untuk dilakukan pemerriksaan terkait kaburnya kapal KM Angelina. Bahkan kita sudah menurunkan personil untuk tertus mengejar kapal tersebut,” terang Nughi.

Kapal KM Angelina adalah barang bukti yang masih dalam penyidikan pihak Dishut. KM Angelina kabur di tengah malam, Jumat (5/8) lalu ketika penjaga polisi kehutanan sedang lengah.

Sumber : (sm/72) Sijori Mandiri, Karimun


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Sarah Silaban Menyapa Lewat Mini Album
Artikel selanjutnya :
   » » Sarah Silaban, mini album itu mengatakan untuk tak bersedih lagi…