Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
22
Agt '05

Pungutan Banyak, UKM [Usaha Kecil dan Menengah] Indonesia Terbelakang


Akademisi ekonomi Universitas Trisakti Jakarta yang juga anggota Kadin DR Tulus TH Tambunan mengatakan, usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia baik dalam arti tingkat pembangunan maupun kinerja masih relatif terbelakang dibanding dengan UKM di banyak negara lain.

Hal itu dikarenakan banyaknya permasalahan yang dihadapi baik menyangkut masalah internal maupun eksternal, salah satunya adalah banyaknya pungutan resmi maupun tidak resmi yang mengakibatkan biaya bisnis tambah mahal.

DR Tulus Tambunan mengatakan hal itu di hadapan civitas akademika UHN, BUMN, LSM, tenaga pengajar, pengusaha UKM dan lainnya pada kuliah umum “Perdagangan internasional, daya saing dan kesiapan UKM” di ruang perpustakaan UHN Jalan Sutomo Medan, Jumat (19/8).

Disebutkan, selain masalah banyaknya pungutan, kendala yang dihadapi UKM Indonesia juga bersumber dari internal, yakni rendahnya tingkat entrepreneurship. Hal itu berpengaruh buruk terhadap proses dan pola manajemen dan kemampuan pengusaha memilih strategi bisnis yang tepat, buruknya kualitas pekerja, rendahnya penguasaan teknologi dan kurangnya fasilitas produksi.

Sedangkan kendala yang bersifat ekternal di antaranya distorsi pasar, sulit serta mahalnya mengurus izin, terlalu birokrasinya pemerintah, hambatan dalam mendapatkan pinjaman dari bank dan lainnya.

Meskipun pemerintah sejak orde baru memberi perhatian banyak kepada perkembangan UKM yang sering disebut ekonomi kerakyatan, lewat perbagai macam program dan skim-skim pembinaan baik dalam bidang keuangan maupun teknis, namun permasalahan-permasalahan tersebut tidak tersentuh oleh pemerintah, sehingga UKM Indonesia tetap terbelakang.

Padahal, berdasarkan banyak studi empiris, UKM berperan sangat vital di dalam pembangunan ekonomi dan pertumbuhan pendapatan serta sumber terbesar kesempatan kerja. Dari data yang diperoleh kata Tulus, jumlah UKM di Indonesia tercatat sekira 98 persen dari jumlah perusahaan yang ada.

Peran UKM di Indonesia dalam bentuk kontribusi output terhadap pembentukan dan pertumbuhan PDB cukup besar. PDB dari usaha kecil pada tahun 1997 sebesar 40,45 persen, dan pada tahun 1998 saat krisis mencapai kondisi yang paling buruk, kontribusi usaha kecil terhadap pembentukan PDB naik mencapai 42 persen.

Melihat besarnya peran UKM tersebut, maka UKM di Indonesia harus terus dikembangkan dan masalah-masalah yang dihadapi dapat segera teratasi, kata Tambunan.

Sementara itu, dalam sesi tanya jawab R Aria Trenggana Kepala Bidang Ekonomi Moneter Bank Indonesia Medan mengatakan, dalam hal bantuan keuangan kepada ekonomi lemah dan koperasi, pihak BI saat ini telah melatih 80 konsultan sebagai mitra BI. Diharapkan, para konsultan tersebut akan turun ke lapangan untuk meneliti UKM yang layak diberi pinjaman, katanya.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan Drs Adanan Silaban MSi sebelumnya mengatakan, pelaksanaan kegiatan itu merupakan salah satu wujud keperdulian lembaga itu di dalam memberikan sumbangan pemikiran. Sedangkan Ketua Panitia Dr Timbul Sinaga SE MSA menyebutkan, UKM masih “ibarat anak kandung bangsa yang kurang perhatian”. Hal itu terlihat dari setia dan kuatnya peran UKM menopang perekonomian sehingga menjadi tulang punggung ekonomi utama pada saat krisis ekonomi lalu, meskipun kurang diperhatikan.

Sumber : (C4/i) Harian SIB, Medan


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Pungutan Banyak, UKM [Usaha Kecil dan Menengah] Indonesia Terbelakang”

  1. Tanggapan atam:

    saya harap untuk kedepannya bisa di lengkapi waibsetnya dari berbagai belahan dunia

  2. Tanggapan young economist IPB:

    hal yang paling krusial yang dihadapi UMKM sekarang adalah menurut pandangan saya adalah, pertama masih setengah hatinya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan,, bisa kita lihat dari masih banyaknya produk2 impor yang merajai pasar kita. otomatis yang namanya konsumen akan mencari barang yang lebih baik kualitasnya, lebih murah harganya dan yang utama,, adalah gaya hidup,,, coba kita lihat,, mana ada kualitas barang produksi dari UMKM kita yang terkenal baik oleh rakyat kita dan memiliki kepercayaan oleh masyarakat kita,,, kebijakan proteksi memang tidak baik bagi bangsa ini apalagi kita mau menghadapi globalisasi seperti ini,, tapi pemerintah sendiri tidaK pernah melakukan upaya yang sedemikian rupa sehiungga produk2 UMKM kita punya kualitas barang2 yang bisa bersaing di pasar, pun dengan produk impor,,, Kualitas,penguasaan tekhnologi, serta jiwa inovasi dan enterpreuner pelaku UMKM kita masih terbilang rendah dan pengembangan sumber daya manusia berperan penting disini tapi hal ini sering disepelekan pemerintah,,, apalagi yang bisa kita banggakan selain produk dan khasanah lokal kita sendiri,, dodol, rujak, batik, angklung, serta barang2 asli lokal,,, hal ini sebenarnya bukan sulit untuk ditemukan solusinya, tapi pemerintah lebih banyak pertimbangan politis ketimbang memikirkan percepatan ekonomi bangsa,, inilah salah satu kegagalan sistem demokrasi indonesia,, bahkan dunia,,, kebijakan2 pemerintah makin2 mempunyai time lag dan decision lag yang semakin lebar,,, kedua negra kita masih lemah dalam mengamati potensi isu2 lingkungan dan energi yang baru2 ini menghantui negara kita,,, kenapa tidak UMKM di indonesia kita arahkan sebagai UMKM pengolah energi nabati,,, toh pembiayaan menurut saya adalah hal yang mudah untuyk dipikirkan dan dicari solusinya,,, dan juga masih bisa banyak lagi potensi usaha yang bisa diambil oleh negara ini apabila kita jeli melihat potensi2 yang ada,,, bukan hanya sekedar mengharumkan nama bangsa tapi juga menghasilkan suatu pendapatan bagi rakyat kita dan penyerapan tebaga kerja,,, seperti amanah yang diemban Visit Indonesia Year 2008,, masih banyak sebenarnya yang ingin saya utarakan disini tapi,,, apa daya saya takut saya semakin banyak mengkritik tapi tak banyak bisa menghasilkan solusi,,, atas segala keterbatasan saya saya ucapkan terima kasih atas kesempatan dalam forum ini

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.