Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
22
Agt '05

PPNS [Penyidik Pegawai Negeri Sipil] Kehutanan Terkesan Lamban Tangani Kasus


Kinerja Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan dinilai lamban dalam menangani kasus illegal logging yang sudah dilimpahkan oleh aparat penegak hukum. Menyusul, banyaknya kasus tangkapan illegal logging yang belum terselesaikan hingga kini.

Kinerja Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan dinilai lamban dalam menangani kasus illegal logging yang sudah dilimpahkan oleh aparat penegak hukum. Menyusul, banyaknya kasus tangkapan illegal logging yang belum terselesaikan hingga kini.

Bahkan, ada pula yang tidak sampai ke pengadilan. Lambannya kinerja PPNS Kehutan itu, dikeluhkan salah seorang nakhoda kapal yang ditahan karena mengangkut kayu untuk kebutuhan masyarakat Karimun. Padahal, penahanan sudah melebihi 30 hari.

”Pemberkasan memang telah dilakukan. Tapi, surat penyitaan barang bukti, seperti kapal dan muatan tidak pernah diberikan,’’ jelas nakhoda kapal yang namanya enggan disebutkan.

Mengenai sorotan atas lambannya kinerja PPNS Kehutanan dalam menangani kasus illegal logging itu, dibantah Silaban, PPNS Kehutanan Kabupaten Karimun. Menurut Silaban, pihaknya sedang menyiapkan 10 berkas yang akan dilimpahkan sekaligus.

”Sekarang kita sedang menyiapkan 10 berkas perkara kayu untuk bisa dilimpahkan ke kejaksaan. Sebab, penanganan kasus dilakukan dengan sistem rapel atau sekaligus,’’ tegasnya menjawab Batam Pos, kemarin.

Kadis Pertanian dan Kehutanan Ir Ruffindy Alamsyah MApp Sc mengaku, kalau penanganan kasus tangkapan memakan waktu dan proses panjang.

Sumber : (san) Batam Pos, Tanjung Balai


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.