Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
12
Agt '05

BI Ingatkan Bank Di Sumut: NPL Melonjak 11,30 Persen Lebih


Pemimpin Bank Indonesia Medan Hadi Hassim mengingatkan seluruh bank yang ada di wilayah kerja Sumatera Utara dan Provinsi NAD untuk menekan lebih rendah NPL (Non Performing Loan) yang melonjak sampai 11,30 persen posisi Juni 2005. Sementara NPL 2004 tercatat hanya 3,07 persen dan 2003 5,09 persen. Sedangkan NPL di wilayah NAD 9,95 persen.

“Melonjaknya kredit bermasalah ini bersumber dari bank pemerintah. Ini menandakan bank dalam keadaan tidak sehat sesuai ketentuan BI bahwa NPL di atas lima persen sudah tidak sehat,”tuturnya Dia mengatakan itu usai pembukaan seminar ‘Kajian Ekonomi Regional Sumut Triwulan II-2005 dan Sosialisasi Penelitian BI Medan bekerjasama dengan LPPM-USU dan LPES-Unsyiah’ di lantai 9 gedung BI Jalan Balai Kota Medan Kamis (11/08).

Menurut Hadi, upaya menekan tingginya NPL itu antara lain meminta perbankan untuk mengintensifkan penagihan-penagihan dan meningkatkan cadangan. Jika terjadi kredit macet dan terjadi kesulitan penagihan maka lebih baik dihapusbukukan namun bukan berarti tidak ditagih lagi. Kredit macet tersebut tidak masuk dalam buku tapi tetap ditagih.

Sementara itu LDR (persentase penyaluran kredit) posisi Juni 2005 sebesar 64 persen, Desember 2004 sebesar 57 persen dan tahun 2003 sebesar 49 persen. Hadi menambahkan suku bunga BI (SBI) 1 bulan posisi Agustus 2005 sebesar 8,71 persen, sedangkan Juli 2005 sebesar 8,49 persen meningkat dibanding Desember 2004 sebesar 7,37 persen, suku bunga BI rate Agustus 2005 sebesar 8,25 persen.

Menurut Hadi, kenaikan suku bunga BI rate dan SBI untuk mengurangi uang beredar di pasaran. BI akan menarik uang beredar di pasaran karena ekspektasi uang meningkat. “Kalau uang beredar di pasaran meningkat, maka inflasi juga akan meningkat, jadi BI menariknya dengan menaikkan SBI dan BI rate,” kata Hadi.

Hadi menyebut pada September 2005 nanti, tak ada lagi penjaminan dari pemerintah melainkan diambil alih oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Pasalnya, pada September 2004 kewajiban bank kepada nasabah dialihkan penjaminannya ke LPS yang berlaku setahun kemudian yakni September 2005.

Di sisi lain Hadi Hassim menambahkan ekonomi Sumut hingga priode triwulan II tahun 2005 secara umum bergerak cukup lambat dan negatif dengan kontraksi pertumbuhan sebesar 3,99 persen diiringi dengan melonjaknya kredit bermasalah di perbankan menjadi 11,30 persen.

Menurutnya pasca kondisi tanggap darurat yang terjadi pada triwulan I lalu, aktivitas ekonomi di Sumut terlihat melemah dan mengalami tekanan cukup besar pada beberapa indikator makro ekonominya. Menurut Hadi, menurunnya ekonomi Sumut itu antara lain bersumber dari beberapa faktor seperti sektor pertanian. Pengaruh pola musiman mengakibatkan kesulitan produksi, isu ekonomi yang terjadi secara nasional juga sangat mengganggu kelancaran aktivitas ekonomi daerah seperti kendala distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), persiapan dan pelaksanaan Pilkada hingga gejala alam kurang bersahabat menyebabkan kegagalan panen.

Pembicara dalam seminar tersebut adalah Dr. Nazamuddin, SE, MA, tim peneliti LPES-Unsyiah dengan makalah ‘Studi Pemetaan Ekonomi NAD Pasca Bencana Tsunami’, tim peneliti LPPM USU Drs. John Tafbu Ritonga, M.Ec membawakan makalah ‘Dampak Bencana Gempa dan Tsunami Terhadap Ekonomi Sumut’.

Dosen Psik. Unimed Drs Muhammad Rajab Lubis, MS dengan makalah ‘Indikator Ekonomi Sosial dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Melalui Pembangunan Kualitas Sumber Daya Manusia di Wilayah NAD dan Sumut’. Kemudian Dr. Polin L.R. Pospos, Koordinator Kelompok Ahli Gubernur Sumut dengan makalah ‘Isu Aktual NAD dan Sumut yang Mempengaruhi Tekanan Harga dan Mendorong Produksi Sektor Riil’. Moderator Drs. Pantas H Silaban, MBA.

Sumber : Waspada Online, Medan (m28)


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.