Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
11
Agt '05

KA [Kereta Api] Hantam Bus, 10 Penumpang Tewas



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Bus yang syarat penumpang terseret hingga 400 meter dari lokasi kejadian.

Tabrakan maut antara kereta api (KA) dengan bus angkutan umum, kemarin (10/8), terjadi di perlintasan kereta di Desa Kemelak, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (sekitar 210 km dari Palembang). Akibat peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.10 WIB tersebut, sepuluh penumpang bus tewas dan 36 orang lainnya menderita luka berat dan ringan.

Seluruh korban baik yang tewas maupun luka-luka dilarikan ke tiga rumah sakit terdekat yaitu RSU Baturaja. RS DKT, dan RS Antonio. Menurut Kapolres OKU, AKBP Nugroho Aji W, tabrakan maut itu melibatkan bus PO PMH yang berangkat dari Medang (Sumut) tujuan Jakarta dengan kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang). Tabrakan yang menyeret badan bus sekitar 400 meter ke arah Baturaja (ibu kota Kabupaten OKU) dari lokasi tabrakan, terjadi saat bus yang penuh penumpang itu melintas di perlintasan KA yang tidak memiliki pintu. ‘’Ketika badan bus tepat berada di atas rel, pada saat bersamaan melintas kereta api Babaranjang dari arah Tanjungkarang menuju Tanjung Enim dan tabrakan pun tidak terhindarkan.'’ ujar Nugroho, Rabu (10/8).

Akibat kejadian itu, 10 orang penumpang bus PO PMH dengan nomor polisi BK 7028 TA tewas di tempat kejadian dan 36 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Hingga kemarin sore, dari 10 korban yang tewas, menurut Nugroho, delapan di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Penumpang yang tewas adalah Tinkos Silaban (warga Bandung, Jawa Barat), Husein Manalu (warga Medan), Hendrri Manurung (Medan), Sompla Manalu (Medan), Astrina Situmorang (Medan), Hutagalung (Medan), Sitorus (Medan), dan Iyan (warga Majalengka, Jawa Barat).

`’Dua korban tewas yang belum teridentifikasi adalah satu orang pria dan satu orang perempuan dengan usia berkisar 40 tahun,'’ tambah Kapolres OKU yang dihubungi Republika dari Palembang. Untuk mengusut kasus tabrakan tersebut, anggota Polres OKU telah, kata dia, telah memeriksa Sudir, masinis KA Babaranjang dengan nomor lokomotif CC 20217 dan kondektur bus Situmorang. ‘’Sopir bus PO PMH bernama Utal Silalahi sendiri kabur. Untuk memburunya, kami sudah membentuk tim gabungan. Kami mengimbau agar Utal Silalahi menyerahkan diri secepatnya,'’ pinta mantan Kapolres Lahat itu. Ia belum bisa memastikan pihak yang salah dalam kejadian tersebut. ‘’Perlu penyelidikan mendalam.'’

Menurut Nugroho, bangkai bus yang sudah rusak berat sudah disingkirkan dari jalan, sehingga lalu lintas kereta api dari Stasiun Kertapati, Palembang menuju Tanjungkarang di Bandarlampung dan sebaliknya sudah berjalan lancar. Begitu juga dengan arus lalu lintas kendaraan, telah normal seperti baiasanya. ‘’Tidak ada penundaan atau pembatalan keberangkatan kereta api.'’ tandasnya.

Dari catatan Republika, dalam dua tahun terakhir, tabrakan di perlintas Kemla adalah peristiwa yang kedua dengan jumlah korban jiwa yang banyak. Tahun lalu, tabrakan bus PO Sinar Dempo Kamis dengan KA Sriwijaya juga terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu. Akibat peristiwa yang terjadi Kamis dinihari (1 April 2004) itu, 12 penumpang bus yang sedang tertidur lelap tewas di lokasi kejadian.

Tabrakan maut itu terjadi di jalur rel kereta api Km 201+ 1/2 atau sekitar 250 km dari Palembang, di perlintasan kereta api antara Stasiun Gilas dengan Stasiun Martapura. Lokasi kecelakaan merupakan perlintasan sebidang yang tidak memiliki pintu perlintasan. Akibat tabrakan tersebut kondisi bus rusak berat dan terseret sejauh sekitar 150 meter ke arah stasiun Martapura.

Sumber : (oed) Republika Online, Palembang


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.