Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
11
Agt '05

Bus Tabrak Kereta, 10 Orang Tewas


Sepuluh orang tewas dan 37 orang luka-luka akibat bus PM TOH dengan nomor polisi BK 7028 TA jurusan Medan-Jakarta yang mereka tumpangi menabrak lokomotif kereta api batu bara rangkaian panjang atau babaranjang, Rabu (10/8) sekitar pukul 04.00. Tabrakan terjadi di lintasan kereta api di jalan lintas tengah Sumatera, Desa Kemale, Kecamatan Sepancar, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, sekitar 220 kilometer selatan Palembang.

Dari 10 korban tewas, dua di antaranya adalah sopir dan kernet bus PM TOH. Sementara yang mengalami luka-luka, 20 orang di antaranya mengalami luka berat dan 17 orang luka ringan.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan Komisaris Besar Abusopah Ibrahim, Rabu sore, mengatakan, kepastian tentang penyebab kecelakaan masih diselidiki. Dugaan sementara, tabrakan terjadi akibat kelalaian sopir yang memaksakan bus melaju kencang dari arah Baturaja, ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu, menuju Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.

Bagian depan kiri bus langsung menabrak lokomotif di lintasan kereta api di jalan lintas tengah Sumatera yang tidak dilengkapi dengan pintu perlintasan.

Saat ini semua korban sudah dievakuasi. Jalan dan perlintasan kereta sudah bersih sehingga lalu lintas sudah berjalan normal. Tidak ada tersangka yang ditahan karena sopir dan kernet bus tewas saat tabrakan, kata Abusopah.

Semua korban tewas, yang sudah teridentifikasi, berasal dari Medan, Sumatera Utara. Kemarin seluruhnya masih diinapkan di kamar mayat Rumah Sakit Umum (RSU) Baturaja.

Yang sudah dikenali identitasnya adalah sopir bus Pinkos Silaban (42), kernet bus Sitorus (25), Husein Manalu (46), Hendri P Manurung (35), Somta Manalu (59), Asrina Situmorang (23), dan Hutagalung (30). Tiga korban tewas lainnya hingga Rabu sore belum diketahui identitasnya.

Korban yang mengalami luka berat dan luka ringan dirawat di RSU Baturaja dan RS DKT Baturaja.

Kepala PT Kereta Api (Persero) Divisi Regional III Sumatera Selatan Agus Jaya Surbakti, yang meninjau lokasi kejadian, mengatakan, akibat tabrakan itu satu as lokomotif anjlok dari rel, dan bus yang berasal dari Medan dengan tujuan Jakarta itu terseret hingga 200 meter keluar perlintasan.

Saya sudah cek, ternyata semua rambu di perlintasan lengkap. Kereta babaranjang dari Tanjung Karang, Lampung, yang melaju ke Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, juga sudah memberikan sinyal lampu yang terang. Mungkin sopir bus kurang melihat kereta yang datang sehingga menabrak lokomotif, kata Agus.

Tabrakan tersebut juga merusak mesin lokomotif terdepan sehingga kereta terpaksa berhenti untuk perbaikan. Hal itu menyebabkan kereta lain tidak dapat melintas. Kereta itu baru dapat diperbaiki dan dibawa ke Tanjung Enim pada pukul 12.00.

Sumber : (IAM/ECA) Harian Kompas, Palembang


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Korban Bus Penabrak Kereta Batubara Teridentifikasi
Artikel selanjutnya :
   » » Fungsionaris Baru HKBP 2004-2008