Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
2
Agt '05

Bupati Humbanghas Sarlandy Hutabarat,SH : Humbanghas Berpotensi Membangun “Industri SDM” Yang Besar


Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbanghas) sampai saat ini belum memiliki industri besar, tetapi suatu saat, daerah ini akan bisa membangun”Industri SDM” yang besar, dilihat dari animo masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan di daerah ini.

Demikian ditegaskan Bupati Humbanghas Sarlandy Hutabarat, SH dihadapan peserta Lokakarya pengembangan Kelas Unggulan SMP dan SMA/SMK di aula SMK Negeri 2 Doloksanggul, Jumat (29/7) yang dihadiri seluruh Komite Sekolah, Kepala Sekolah SMP/SMA dan SMK, Dewan Pendidikan Humbang Hasundutan, Kadis Dikbudpar Drs Donver Panggabean,MSi sebagai nara sumber Prof. Dr Belferik Manullang, Drs Efendy Manalu,MPd dan Moderator Drs Henok Siagian,MSi ketiganya dari Unimed Medan. Lebih jauh Sarlandy mengatakan, seluruh masyarakat termasuk stakeholder harus mengetahui, kelas unggulan itu membutuhkan dana besar dan masalah dana inilah yang menjadi masalah di kabupaten ini, jangan sampai ada anggapan masyarakat, kelas unggulan gagah-gagahan, tegasnya.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini, target kita bukan hanya yang bisa memasuki Perguruan Tinggi Negeri, tetapi bagaimana kemampuan para sarjana membuka lapangan kerja. Masyarakat selama ini cenderung menyekolahkan anaknya sampai tamat sarjana, tetapi tujuannya agar bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil, kalau itu menjadi tujuan, berapa banyak rupanya dari sarjana yang bisa ditampung menjadi pegawai negeri?, tanya Sarlandy.

Kini, telah ditetapkan, untuk mempersiapkan mebeler sekolah adalah SMK Negeri 2 Doloksanggul, hal itu dilakukan, selain murah, juga dapat meningkatkan keterampilan siswa SMK, sehingga jika suatu saat siswa tamat, ada keberanian untuk membuka usaha mebel, jadi kebijakan itu sangat tepat dan menguntungkan. Namun ia berpesan kepada kepala sekolah, keuntungan yang diperoleh dari pekerjaan itu harus diperbuat meningkatkan kesejahteraan guru dan pegawai. Dengan sikap yang tegas, Sarlandy telah menetapkan dana pembangunan sektor pendidikan dari APBD tahun ini lebih dari 20 %, karena melihat begitu besar animo masyarakat terhadap pembangunan pendidikan. Ia yakin, kabupaten ini akan mampu memproduksi manusia yang berkualitas tinggi, yang diperoleh dari pendidikan yang baik di daerah ini, tegas Sarlandy dan membuka lokakarya itu secara resmi.

Sementara Ketua DPRD Humbanghas Bangun Silaban,SE meminta, jika siswanya unggul hendaknya dididik oleh guru unggul, untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini, hendaknya para orangtua, masyarakat memberikan dukungan moral dan material, namun yang menjadi kunci utama adalah guru, jadi ia mengajak semua guru untuk meningkatkan disiplin dan meminta Prof Dr Belferik Manullang selaku putera daerah, tidak bosan-bosan hadir di Humbang Hasundutan untuk membina dan ikut membebani pendidikan yang berkualitas.

Ketua Dewan Pendidikan Humbanghas Martua Situmorang mengatakan, untuk membangun pendidikan yang berkualitas, hendaknya tidak terlalu banyak intervensi dari kalangan pejabat untuk menentukan, kepala sekolah dan berbagai kebijakan pembangunan pendidikan, jika hal-hal seperti ini tidak bisa dihindari seorang kepala dinas, maka peningkatan mutu pendidikan akan sulit dicapai, katanya.

Membangun Pendidikan Bukan Uang, Tetapi Ketulusan
Bukan uang yang membawa kita kemana-mana, tetapi karakterlah yang membawa kita berlari dan berlari……, demikian Prof Dr Belferik Manullang Direktur Pasca Sarjana Unimed Medan, membuka topik yang dibawakan tentang pengembangan kelas unggulan di Humbang Hasundutan.

Kelas unggulan bisa berhasil, ada ketergantungan terhadap guru, siswa dan masyarakat. Sebab, membangun kelas unggulan harus berangkat dari kondisi sekolah itu sendiri, bisa saja berbeda perlakuan terhadap kelas unggulan di satu sekolah dengan sekolah yang lain, sebab kondisi sekolah di Pakkat misalnya beda dengan kondisi sekolah di ibu kota kabupaten.

Prof Manullang menepis, kegagalan di sektor pendidikan adalah kegagalan Perguruan Tinggi yang memproduksi guru, anggapan itu tidak benar. Guru yang berkualitas, kalau diperlakukan tidak baik, ia akan menjadi bersikap masa bodoh, tetapi guru yang kurang berkualitas kalau diperlakukan dengan baik, dia akan menjadi seorang guru yang handal. Jadi tergantung manajemen pendidikan itu sendiri.

Ia berpesan, agar manajemen pendidikan mendapat perhatian khusus, bila manajemen pendidikan sudah benar, maka kelas unggulan yang dibuka di kabupaten ini akan berhasil. Ingat, kata Manullang, membangun pendidikan itu bukan uang (utama), tetapi ketulusan yang terlibat langsung menangani pendidikan dan masyarakat setempat.

Penyakit yang masih terus menggerogoti selama ini adalah penyakit curiga, kalau si X diangkat menjadi Kadis, kenapa harus dia?, kalau ada kebijakan dari bupati, apa dibalik kebijakan itu?. Kalimat-kalimat seperti inilah yang sering menggerogoti. Perlu diingat, kata Manullang, “Sekarang ini, kita tidak hanya sulit menemukan orang yang bisa dipercaya, melainkan juga sangat sulit menemukan orang yang bisa mempercayai orang lain”, ini semua buah ketidak jujuran, katanya.

Sementara itu Drs Efendy Manalu,MPd membekali para kepala sekolah secara teknis, untuk membangun kelas unggulan di sekolah-sekolah. Bagainmana merekrut murid ke sekolah unggulan, bagaimana menentukan guru yang akan mengajar di kelas unggulan, topik itu sangat membantu para kepala sekolah untuk membentuk kelas unggulan.

Kadis Dikbudpar Kabupaten Humbang Hasundutan Drs Donver Panggabean,MSi melaporkan, tujuan dilaksanakan lokakarya itu adalah, sebagai wahana tukar pikiran membangun suatu sistem yang baku dan terencana, bagaimana model kelas unggulan yang terbaik dan sesuai di Kabupaten Humbanghas. Tersusun strategi/terobosan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah/kelas.

Ia melaporkan, di Kabupaten Humbang Hasundutan telah dibangun Unit Sekolah Baru (USB) sebanyak 7 unit yakni: SMA Negeri Paranginan, SMK Negeri 1 Pollung, SMK Negeri 2 Pakkat, SMK Negeri 1 Parlilitan, SMP Negeri 5 Pakkat, SMP Negeri 4 Doloksanggul dan SMA Negeri 1 Tarabintang, semuanya telah menerima murid baru tahun ajaran ini, ujar Donver. Dilaporkan, hasil UAN Humbanghas harus tergolong memuaskan dengan kelulusan 94,46 % siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri tanpa testing 46 orang. Dan yang paling membanggakan, Swandi Sihombing kelas VI SD berhasil keluar sebagai Juara I Tingkat Provinsi Sumut dibidang Mata Pelajaran IPA dan resmi menjadi utusan Sumut berlomba ke tingkat nasional, yang disambut hadirin dengan tepuk tangan. Dan spontan Sarlandy mengatakan, ia yang akan memberangkatkan Swandi Sihombing ke Jakarta.

Sumber : (R-01) Bona Pasogit, Dolok Sanggul


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Consumers establish watchdog
Artikel selanjutnya :
   » » Mendadak Didatangi 60 Anggota Polisi