Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
29
Jul '05

Pemkot [Pemerintah Kota] Bogor pantau pengguna listrik


Pemkot Bogor mengalami kesulitan melakukan estimasi jumlah pemakaian energi listrik, dari 4.771 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tersebar di wilayah tersebut hanya 30% yang memakai KWH Meter listrik, sisanya masih memakai panel dari satu pusat.

“Kalau semuanya menggunakan KWH Meter listrik kita bisa memantau jumlah pemakaiannya, tapi saat ini sulit mengetahuinya,” jelas Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor, Ir Yusman Yopie, kepada Monde kemarin siang.

Akibat ketidakjelasanan penggunaan itu, lanjut Yusman, Pemkot Bogor terpaksa membayar rekening listrik pada Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp464 juta setiap bulannya.

“Menurut rencana, dalam waktu dekat ini kami akan menggunakan sistem KWH Meter, supaya di masa depan nanti kita akan dapat memperkecil pembayaran rekening listrik,” katanya.

Hal senada dikatakan Kepala Bidang PJU dan Dekorasi Kota Bogor, Rudolf Silaban.

Menurutnya, selama ini Dinas Tata Kota [dalam membayar listrik PJU ke PLN] masih memakai sistem ‘kemplang’ (tarif yang ditentukan PLN), dengan perjanjian 12 jam menyala setiap harinya.

Sumber : (s-3) Monitor Depok, Bogor


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Ditjen Pajak Dinilai Diskriminatif
Artikel selanjutnya :
   » » Jamsostek Diusulkan [Dibubarkan]