Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
28
Jul '05

Ditjen Pajak Dinilai Diskriminatif


Kalangan pengusaha mendesak Direktorat Jenderal Pajak lebih bijaksana dalam menentukan besaran pajak terhadap industri di sektor teknologi informasi. Pasalnya, penarikan pajak dari komponen komputer rakitan jauh lebih mahal ketimbang komputer built up (pabrikan). Kebijakan ini dinilai diskriminatif.

Ketua Komite Tetap bidang Informatika Kadin Indonesia, Agoes Silaban mengatakan, kebijakan Ditjen Pajak yang menarik pajak tinggi terhadap komputer rakitan, mengakibatkan membanjirnya produk jadi impor ke pasar dalam negeri, karena dijual dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang produk dari dalam negeri. “Komputer yang dirakit sendiri oleh anak-anak bangsa menjadi jauh lebih mahal karena ada beban pajak yang tinggi. Sementara komputer utuh yang datang dari luar dan bermerek, jauh lebih rendah,” katanya di Jakarta, kemarin.

Kondisi ini, menjadi salah satu penghambat tumbuhnya industri komputer rakitan di dalam negeri. Seharusnya, komputer impor dikenakan pajak lebih besar ketimbang komputer rakitan yang dibuat di dalam negeri. Kini setiap komponen komputer rakitan dikenakan pajak. Bila dalam satu komputer ada delapan unit komponmen, maka beban pajak yang di kenakan untuk satu komputer sebanyak delapan kali.

Sumber : (Syamsuri S) Suara Karya Online, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Project Pop di Puncak Tangga I-Radio
Artikel selanjutnya :
   » » Pemkot [Pemerintah Kota] Bogor pantau pengguna listrik