Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
22
Jul '05

Kadin: Kebijakan Telekomunikasi Harus Konsisten


Masyarakat bisnis telematika meminta pemerintah konsisten dalam menerapkan peraturan di bidang telekomunikasi. Kebijakan seperti itu penting agar bisnis ini bisa berkembang dan memberikan kontribusi bagi percepatan pertumbuhan atau penetrasi pasar telematika di Indonesia.

‘’Apalagi pemerintah mendukung agar paling sedikit 50 persen penduduk mendapatkan akses teknologi komunikasi dan informasi (ICT) pada tahun 2015 sesuai rekomendasi World Summit on the Information Society (WSIS),” kata Wakil Ketua Kadin Indonesia Chris Kanter, di Jakarta dalam siaran persnya yang diterima Republika, kemarin.

Chris Kanter menjelaskan, sejauh ini pemerintah memang telah menciptakan serangkaian kebijakan kondusif. Kebijakan untuk menempatkan struktur kebijakan dalam satu atap di bawah kementerian komunikasi dan informatika misalnya, dinilai Chris sebagai awal yang baik bagi percepatan pertumbuhan telekomunikasi.

Namun, kebijakan tersebut harus dijabarkan dalam keputusan lebih lanjut dalam penerapannya. “Pemerintah harus memantau apakah kebijakan makronya diikuti dengan rincian panduan pada tingkat mikro atau dijalankan secara konsisten pada tataran implementasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Informatika Kadin Agus Silaban berpendapat bahwa industri telematika adalah industri yang dinamis, penuh dengan tantangan tetapi juga sarat dengan potensi yang besar. Pengaruh kebijakan di bidang ini akan terasa bukan saja di industri telematika sendiri, tapi juga sektor lainnya, sehingga dapat memperbaiki efisiensi di Indonesia secara keseluruhan dalam upaya membangun perekonomian nasional.

Namun Kadin juga menyadari bahwa tantangan yang dihadapi industri ini tidaklah ringan. Teledensitas telepon masih terbatas, yakni sekitar 7-8 persen. Demikian pula halnya dengan penetrasi internet yang hanya sekitar 4,7 persen. “Semua ini merupakan tantangan bagi pemerintah, industri, pelaku dunia usaha dan masyarakat untuk dapat merealisasikan pertumbuhan telematika,” katanya.

Sedangkan Ketua Komite Tetap Telematika Kadin, Anindya N. Bakrie menambahkan bahwa konsistensi kebijakan pemerintah bukan saja dapat membantu industri telematika secara langsung, tetapi juga akan mendorong kegairahan dalam industri penunjang, seperti manufaktur, produksi software dan muatan lokal. “Apa yang terjadi di Cina, India atau Korea Selatan bisa menjadi benchmark (patokan). Peran dominan pemerintah dalam membuat aturan main telah mendorong kegairahan lokal dalam industri telekomunikasi di Cina, India dan Korea. Inisiatif kewirausahawan masyarakat menjadi terpacu sehingga kualitas SDM mereka juga meningkat pesat,” jelas Anindya.

Persoalan konsistensi kebijakan itu, menurut dia, akan menjadi salah satu fokus bahasan dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang akan diselenggarakan di Jakarta tanggal 25 Juli 2005. Rakornas akan dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Sofyan Djalil.
Sumber : (fir) Republika Online, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.