Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
22
Jul '05

Aturan telekomunikasi masih belum konsisten


Kadin Indonesia menilai pemerintah masih gamang melaksanakan kepastian hukum di bidang telekomunikasi. Ketua Komite Tetap Telematika Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie mengungkapkan contoh dari kegamangan tersebut terlihat pada rencana pengenaan pajak tambahan untuk proyek infrastruktur telekomunikasi yang terkait dengan otonomi daerah.

Selain itu, menurut dia, keragu-raguan pemerintah juga tampak dari kurangnya pemberian insentif untuk pendirian industri penunjang telekomunikasi.

“Padahal ketegasan dan konsistensi kebijakan demi kepastian hukum [dalam pengembangan industri telekomukikasi] menjadi suatu keharusan,” ujarnya kemarin.

Anindya, yang juga Presdir PT Bakrie Telecom, menegaskan adanya konsistensi kebijakan pemerintah bukan saja dapat membantu industri telematika secara langsung, tetapi juga mendorong kegairahan industri penunjang seperti pengolahan dan produksi software.

“Apa yang terjadi [dalam industri telekomunikasi] di China, India atau Korsel bisa menjadi benchmark [bagi Indonesia]. Peran dominan pemerintah di sana dalam membuat aturan main telah mendorong kegairahan industri telekomunikasi. Inisiatif kewirausahawan masyarakat menjadi terpacu, sehingga kualitas SDM mereka juga meningkat pesat,” paparnya.

Persoalan konsistensi kebijakan dalam industri telekomunikasi tadi, menurut dia, akan diangkat menjadi agenda Rakernas Komite Tetap Telematika Kadin yang akan berlangsung di Jakarta pada 25 Juli.

Anindya menambahkan sedikitnya 200 orang perwakilan Kadin daerah, asosiasi dan pemerhati telekomunikasi akan berdiskusi dan membahas persoalan kebijakan dalam Rakornas yang mengangkat tema Tumbuh dan Berkembang Bersama, Meningkatkan Teledensitas Indonesia dan Menumbuhkan Industri Penunjang Telematika itu.

Tak ringan
Sementara itu, Ketua Komite Tetap Informatika Kadin Indonesia Agus Silaban memandang telematika merupakan industri yang dinamis, penuh tantangan dan memiliki potensi besar.

Jadi, menurut dia, pengaruh dari kebijakan di bidang telematikan akan terasa ke sektor lain, sehingga dapat memperbaiki efisiensi di bidang ekonomi.

Kadin, menurut dia, menyadari tantangan yang dihadapi industri telematika tidaklah ringan. Sebagai contoh, katanya, teledensitas telepon masih berkisar 7%-8% dan penetrasi internet baru 4,7%.

“Semua ini merupakan tantangan bagi pemerintah, industri, pelaku usaha dan masyarakat untuk dapat merealisasikan pertumbuhan telematika,” ujarnya.

Wakil Ketua Kadin Indonesia Chris Kanter juga menyatakan senada. Menurut dia, pemerintah memang telah menciptakan serangkaian kebijakan kondusif dalam industri telekomunikasi.

“Menempatkan struktur kebijakan dalam satu atap di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika misalnya, merupakan awal yang baik bagi percepatan pertumbuhan telekomunikasi. Namun, kebijakan tersebut harus dijabarkan dalam keputusan lebih lanjut,” tuturnya.

Sumber : (if) Bisnis Indonesia Via Bakrie Brothers


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Dicopet Saat Hendak Belanja Di Pematangsiantar, Rp 1,6 Juta Lewong
Artikel selanjutnya :
   » » Pemain Remi Pun Ditangkap