Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
14
Jul '05

Wido [Paes] Sudah Ditunggu Yopie [Benu]


Ambisi Wido Paes menyandang gelar nasional tercapai. Di partai perebutan gelar kelas terbang (50,8 kg) versi KTI (Komisi Tinju Indonesia) yang berlangsung dini hari kemarin di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, petinju yang bernaung di Sasana Santana Kepanjen, Kabupaten Malang, itu menang TKO (technical knock out) di ronde keempat atas Panca Silaban (Sasana Dyan Graha Pekanbaru) dari 12 ronde yang direncanakan. Gelar kelas ini lowong sejak 28 Juni lalu ketika sang juara Anis Ceufin dari Sasana Subur Patrol Indramayu kalah TKO dari petinju Filipina Rocky Fuentes di partai non gelar internasional.

“Sejak ronde kedua, saya telah mendapat instruksi dari pelatih untuk memukul terus perutnya. Ini adalah strategi untuk menguras stamina Panca,” ujar Wido kepada wartawan koran ini di ruang ganti Studio RCTI usai pertarungan.

Untuk selanjutnya, Wido akan berkonsentrasi
dalam upaya mempertahankan gelarnya.
Diperkirakan calon lawan berikutnya adalah
Yopie Benu, yang saat ini berada di peringkat pertama. Yopie sebelum 16 Juni lalu merupakan peringkat pertama, tapi dia kalah angka dengan Wido turun ketiga. Bagi Panca, kekalahan ini juga membuat peringkatnya anjlok tiga setrip ke peringkat kelima.

“Saat ini, kami konsenstrasi untuk
mempertahankan gelar dulu. Sebab, ini menjadi juara kali pertama bagi Wido. Kemungkinan lawan selanjutnya Yopie,” papar Manajer Sasana Santana, Bachtiar Al Amin.

Duel perebutan gelar itu berjalan di luar
perkiraan para pengamat, terutama
penampilan Panca. Penampilan petinju dari Sasana Dyan Graha Pekanbaru ini berbeda jauh dibanding partai perbutan gelar juga pada 30 April melawan Anis. Saat ini secara kasat mata seharusnya Panca yang menang, tapi secara kontroversi dinyatakan kalah split decision.

Di ronde pertama, Wido dan Panca masih saling menjajal. Selanjutnya, Wido menggebrak di ronde kedua. Petinju besutan Yulius itu bertubi-tubi mengarahkan pukulannya ke perut Panca. Dan strategi ini ternyata berhasil di ronde keempat, Wasit G. Borlak menghentikan pertarungan, usai Panca secara berturut-turut mendapat pukulan.

Dan, dia tidak bisa membalas atau
menghindar. Sehingga wasit pun menghentikan
pertarungan dengan kemenangan TKO bagi Wido.

“Kondisi saya tidak fit. Mulai Selasa siang
kemarin (12/7) perut saya sakit,” pungkas Panca, yang merasa kecewa dengan kondisinya itu.

Sumber : (dio) Indo Pos Online, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Kebijakan Energi Berkelanjutan
Artikel selanjutnya :
   » » Kejari Kabanjahe Anjangsana ke Panti Alpa Omega GBKP Kabanjahe