Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
10
Jul '05

Berat Panca [Silaban] Sudah Masuk


Jerry Mulus di Debut Perdana

PANCA Silaban nampaknya semakin siap untuk merebut gelar juara nasional di debut perdananya bersama sasana Dyan Graha Riau BC. Panca yang bakal turun di ajang perebutan gelar juara nasional kelas terbang versi KTI di ajang Sabuk Emas RCTI Selasa (12/7) malam, mengaku sudah mendapatkan berat idealnya.

Dengan telah mendapatkan berat ideal tersebut dua hari menjelan pertarungan, program latihan Panca tinggal untuk program menjaga kondisi fisik. ‘’Syukur Bang, berat saya saat ini sudah masuk yakni 51 kilogram dengan memakai celana. Jadi tinggal fitnes saja untuk menjaga kondisi tubuh. Yang jelas saya semakin siap untuk pertarungan nanti,’’ ujar Panca yang bakal turun dengan berat maksimal 50,8 kilogram kepada Riau Pos kemarin.

Duel Panca yang rencananya akan menjadi partai utama di ajang tersebut dan disiarkan secara langsung ini akan menghadapi petinju peringkat dua kelas terbang, Wido Paez dari sasana Santana BC Malang. Kesempatan emas ini diperoleh Panca karena statusnya sebagai penghuni peringkat satu nasional. Juara untuk kelas ini lowong setelah Anis Cuefin kalah TKO di ajang tinju internasionalnya Selasa dua pekan lalu. Karena kalah dengan TKO di ronde pertama dari petinju Filipina, menjadikan gelar Anis dicopot dan gelar juara nasional pun menjadi lowong.

‘’Karena lowong tersebut menjadikan Panca sebagai penghuni peringkat pertama mendapat prioritas untuk meraihnya. Bakal lawannya merupakan Wido Paez dari sasana Santana BC Malang,’’ ujar Ketua Umum Dyan Graha Riau BC, Perchy Hidayat kepada Riau Pos kemarin.

Wido sendiri sebelum menghuni peringkat pertama merupakan peringkat ketiga kelas terbang KTI. Namun setelah mampu mengalahkan Yopi Benu, yang saat itu menghuni peringkat pertama, mejadikannya naik ke peringkat kedua. Sedangkan Panca yang sebelumnya menghuni peringkat kedua langsung naik menjadi peringkat pertama.

‘’Ini kesempatan ketiga saya dalam perebutan gelar juara nasional oleh karena itu kali ini saya tidak ingin gagal lagi. Saya memang belum pernah bertemu dengannya tapi saya pernah melihatnya bertarung. Yang jelas saya tidak akan menggebrak di menit awal. Saya akan pelajari dulu gaya dia dalam satu atau dua ronde,’’ ujar Panca.

Dengan duel nanti, rekor Panca untuk duel perebutan juara nasional menjadi enam kali, namun di tiga duel sebelumnya di ajang versi ATI. Hingga saat ini dirinya masih memegang gelar juara nasional versi ATI. Selain penasaran dengan dua usaha sebelumnya, nampaknya keinginan untuk menggabungkan sabuk tersebut membuat Panca sangat bersiap di duel kali ini.

Rencananya hari ini Panca beserta Perchy akan bertolak ke Jakarta. Dijadwalkan Senin (11/7) pukul 14.00 WIB akna dilakukan timbang badan menjelang duel tersebut.

‘’Kita mohon doa restu masyarakat untuk pertandingan kali ini. Mudah-mudahan petinju kita berhasil membawa gelar juara nasional pulang ke Pekanbaru,’’ ujar Perchy Hidayat.

Jerry Menang TKO

Sementara itu, prestasi cukup bagus ditorehkan petinju Dyan Graha Riau BC lainnya, Muhammad Jerry di debut per-dananya di ring tinju profesional. Jerry berhasil mengkanvaskan lawannya Okto Kupang dengan TKO di rode kedua di ajang Round to Round Fight yang digelar stasiun televisi nasional TVRI.

Kemenangan lewat TKO ini diperoleh Jerry yang turun di kelas terbang mini 47,6 kilogram setelah lawannya mengalami luka di pelipisnya. ‘’Karena luka, maka wasit memberikan TKO untuk Jerry dengan tidak malanjutkan pertandingan,’’ ujar pelatih Jerry, Nenong Tanjung yang ikut mendampingi Jerry ke Jakarta.

Keberhasilan Jerry di debut pro perdananya ini membuatnya bertekad akan terus menekuni dunia tinju bayaran ini. ‘’Yang jelas saya akan fokus di pro, sedangkan untuk di amatir saya belum tahu bagaimana nantinya,’’ ujar pelajar kelas III SMAN 10 Pekanbaru ini.

Pernyataan Jerry ini berkaitan dengan statusnya sebagai pemegang juara di Kejurda yang baru lalau. Jerry yang turun atas nama Pengcab Siak dengan staus juaranya berhak untuk turun di Kejurnas Tinju Junior yang akan berlangsung di NTT 18 Juli mendatang.

‘’Saya rasa bisa karena dia belum mendapat peringkat. Ini baru pertarngan perdana dan hanya empat ronde. Tapi saya belum tahu bagaimana kelanjutannya,’’ ujar Nenong yang masih berada di Jakarta ketika dihubungi via ponselnya kemarin sore.

‘’Dia merupakan petinju berbakat. Mental juga bagus kita akan terus orbitkan dia sebagai petinju putra daerah dari sasana ini,’’ ujar Perchy Hidayat.

Sumber : (Firman Agu/ fia) Riau Pos Online, Pekan Baru (cached)


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.