Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
3
Jul '05

Kesempatan Emas Panca Silaban


Perebutan Juara Nasional Kelas Terbang

Laporan Firman Agus, Pekanbaru

Kesempatan emas diperoleh petinju Dyan Graha Riau BC, Panca Silaban dikarir tinju pronya. Setelah sempat gagal merebut gelar juara nasional Kelas Terbang versi KTI setelah memperoleh hasil draw secara kontoversial melawan Juara Nasional Anis Cuefin, kini kesempatan yang sama datang lagi. Panca Bakal ditantang penghuni peringkat dua Wido Paez di ajang perebutan gelar juara nasional versi KTI di ajang Sabuk Emas RCTI tanggal 12 Juli mendatang.

Panca sendiri turun di duel kali ini dengan status penghuni peringkat satu nasional. Juara untuk kelas ini lowong setelah Anis Cuefin kalah TKO di ajang tinju internasionalnya Selasa pekan lalu. Karena kalah dengan TKO di ronde pertama dari petinju Filipina, menjadikan gelar Anis dicopot dan gelar juara nasional pun menjadi lowong.

‘’Karena lowong tersebut menjadikan Panca sebagai penghni peringkat pertama memdapat prioritas untuk meraihnya. Bakal lawannya merupakan Wido Paez dari sasana Santana BC Malang,’’ ujar Ketua Umum Dyan Graha Riau BC kepada Riau Pos kemarin.

Wido sendiri sebelum menghuni peringkat pertama merupakan peringkat ketiga kelas terbang KTI. Namun setelah mampu mengalahkan Yopi Benu, yang saat itu menghuni peringkat pertama, mejadikannya naik ke peringkat kedua. Sedangkan Panca yang sebelumnya menghuni peringkat kedua langsung naik menjadi peringkat pertama.

”Yang jelas ini kesempatan emas untuk merebut juara nasional. Melihat persiapan yang telah dua bulan ini secara fisik dan teknik Panca siap,’’ ujar pelatih Panca, Nenong Tanjung.

Menurut Nenong, bakal lawannya tersebut merupakan petinju yang mempunyai tipe fighter atau sama dengan Panca. Postur tubuh pun tidak jauh berbeda. ‘’Yang jelas secara teknik keduanya imbang, tinggal bagaimana naluri dan teknik mereka diatas ring. Kita tentu mengharapkan Panca menang,’’ ujar Nenong yang menangani Panca berduet dengan Torang Panjaitan.

Panca sendiri saat ini memiliki rekor 32 bertanding, menang 22 kali, 11 kali KO/TKO dan enam kali kalah serta empat kali seri. Pertandingan terakhir Panca adalah saat perebutan juara nasional melawan Anis Cuefin yang berakhir seri. Saat itu Panca masih bernaung di bawah sasana Gema Tri Sakti BC Jakarta.

Sedangkan bakal lawannya memiliki rekor tujuh kali bertanding dan semuanya menang. ‘’Yang jelas secara pengalaman Panca lebih unggul, itu yang harus dimanfaatkannya,’’ ujar Nenong.

Pertandingan nanti akan dipromotori Ndondo Sugiarto yang merupakan anak promotor tinju nasional Aseng Sugiarto. ‘’Rencananya saya akan membawanya di ajang Gubernur Cup di Makasar. Namun karena ada tawaran untuk perebutan juara nasional ini, maka itu saya batalkan,’’ ungkap Perchy Hidayat.

Saat ditanya Panca bagaimana peluangnya nanti. Petinju kelahian tahun 1980 ini mengaku siap tarung. ‘’Kita lihat saja nanti di atas ring Bang. Yang jelas siapapun ingin menjadi juara nasional,’’ ujar Panca.

Pertarungan ini nantinya juga akan menjadi partai utama Sabuk Emas RCTI tanggal 12 Juli dan rencananya akan disiarkan secara langsung.

Sumber : (fia) Riau Pos Online,  (cached)


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Ribuan Pendukung Arif-Tonny Datangi Mapolres Tapteng
Artikel selanjutnya :
   » » Ratusan Bintara Remaja Dilantik