Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
2
Jul '05

Ribuan Pendukung Arif-Tonny Datangi Mapolres Tapteng


* 17 Kasus Pelanggaran Dan Kecurangan Pilkada Sibolga

Akibat banyaknya penemuan pelanggaran dan kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kota Sibolga, 30 Juni lalu, ribuan massa pendukung setia pasangan Arif-Tonny mendatangi Mapolres Tapteng Jalan FL.Tobing, Jumat (1/7). Dalam aksi itu sempat terjadi keributan kecil, ketika aparat kepolisian memaksa membubarkan massa, sehingga lima di antaranya mengalami luka di kepala, bahkan salah seorang terpaksa dilarikan ke RS Pandan karena luka yang serius.

Para pendukung setia Arif-Tonny sekira pukul 11:00 sudah tiba di halaman Mapolres Tapteng, tapi karena bersamaan dengan shalat Jumat, mereka membubarkan diri dan berkumpul lagi sekira pukul 14:00 sehingga memacetkan arus lalu lintas.

Dalam orasi yang disampaikan Bahctiar Ahmad Sibarani dan Haprul Hudawi Tanjung mengatakan, Pilkada yang dilaksanakan di Kota Sibolga terjadi banyak kecurangan dan cacat hukum dan meminta agar Kepolisian Resort Tapteng untuk mengusut tuntas aktor intelektual di balik kecurangan itu.

Dalam kesempatan itu pengunjukrasa membeberkan ada 17 kasus pelanggaran dan kecurangan dalam Pilkada. Hasil sementara data kecurangan pelanggaran dalam Pilkada di Kota Sibolga dari berbagai informasi yakni di TPS I Pancuran Pinang tertangkap tangan pemilih di TPS 3 dan diserahkan kepada Panwaslih.

Di Jalan Horas lebih kurang 35 orang adalah berasal dari Medan dan Balige (salah satu rumah) ikut memilih penggarap ketua KPPS (Polo Pasaribu) memilih pada TPS 5 Pancuran Kerambil. Jalan Kakap nomor 2 lebih kurang 42 warga Nias ikut memilih bukan penduduk Sibolga, TPS 7 Pancuran Kerambil kelahiran 1989 ikut memilih, Kartu C 6 TPS 6 Kelurahanh Pancuran Kerambil banyak yang tidak ditanda tangani oleh Ketua PPS yaitu Andar Tua Silaban dan tetap ikut serta memilih.

Pada TPS 15 Kelurahan Aek Habil kartu pemilih atas nama Marihot tapi yang memilih atas nama Parulian Simamora, Pada TPS 16 Kelurahan Aek parombunan sekira jam 09:00 seorang ibu mengarahakan untuk mencoblos salah satu balon dengan memperlihatkan gambar calon tersebut di muka umum dan sekira pukul 11:00 Safriani Hutabarat NIK 127303100400206 membawa surat pengantar palsu.

TPS 6 Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas ditemukan pemilih yang berasal dari Kabupaten Tapteng, warga Sibuluan I atas nama Antoni Sianipar, Relina Simanjuntak, Jonantar Sianipar, Nindo Parlin Sianipar, Ripianto Sianipar dan Astoyono Sianipar yang masuk dalam daftar pemilih tambahan.

TPS 5 Penduduk Tapteng yang diizinkan oleh ketua PPS Kota Baringin untuk memilih atas nama Suprianto Sitompul. Dan selanjutnya berdasarkan isi berita acara yang dibuat KPU Kota Sibolga dengan nomor : 019/KPU-SBG/2005 pada point 2 disebutkan yakni bahwa alasan penundaan Pilkada Kota Sibolga adalah karena adanya pemilih yang terdaftar di Pilpres yang lalu dan tidak terdaftar dalam pemilih tetap inilah yang merupakan daftar pemilih tambahan.

Ternyata prakteknya tidak sesuai dengan isi berita acara, dengan ditemukannya berbagai kecurangan di dalam daftar pemilih tambahan. Pada tanggal 30 Juni 2005 masih ditemukan model C 6 yang bisa diambil di Kelurahan Pancuran Pinang, padahal waktu yang ditetapkan batas akhir 29 Juni 2005 pukul 12:00 siang. Kartu pemilih yang dikembalikan KPU Kota Sibolga pada tiap-tiap PPS belum seluruhnya dibagikan karena banyak anggota PPS tidak berada di tempat pada saat pembagian kartu pemilih.

Sementara di beberapa TPS yang tidak melakukan penghitungan suara setelah pemilih selesai, TPS 10 dan TPS 13 Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan dimana kartu pemilih ada tetapi namanya tidak ada dalam DPT maupun DPT tambahan tetapi di bolehkan memilih atas nama Telambanua maupun jumlah kertas suara yang tercatat tidak sesuai dengan yang ada tercatat jumlah 291 yang ada 293.

TPS 10 Gang Kenanga, Kelurahan Aek Parombunan seorang warga dari salah satu partai menghalangi 2 orang pemilih yang akan memilih yakni Andri dan Yusri sementara mereka terdaftar DPT Pilkada. TPS 3 Kelurahan Pancuran Pinang Kotak suara yang diterima sebagian segelnya bagian atas telah rusak, tinta yang dipakai tidak asli, serta pemilih asal Tapteng yakni Yusran Pasaribu, Lindawati Tanjung dan Elsa Mardian.

Pantauan di lapangan para pengunjuk rasa khususnya yang beragama Islam sekira pukul 19:00 di halaman Mapolres Tapteng melakukan shalat magrib berjamaah. Tepat pukul 20:00 massa dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian, sehingga lima orang mengalami luka di kepala, salah satu diantaranya mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit Pandan. Sementara, hasil pantauan hingga pukul 23:00 konsentrasi massa masih terlihat dalam radius 300 meter dari Mapolres.

Sedangkan unsur Muspida Plus yang melakukan rapat di Polres Tapteng, sampai akhir pertemuan tidak menghasilkan keputusan apapun. Namun dalam pertemuan itu, calon walikota/wakil walikota Arif –Tonny agar melaporkan kasus kecurangan itu ke Panwasda. Hanya saja, Panwasda mengatakan, tidak berwenang karena selama Pilkada semuanya ditangani KPUD Sibolga. Diperkirakan, Sabtu (2/7) hari ini pukul 10:00 Wib, massa Arif-Tonny akan melakukan aksi yang sama dengan jumlah massa lebih banyak.

Sumber : (c21/c25) Waspada Online, Sibolga


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.