Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
29
Jun '05

KPC [PT. Kaltim Prima Coal] Banding, KTB [Kelompok Tani Bersatu] Ancam Blokir


Kasus Sengketa Tanah yang Dimenangkan KTB

PT Kaltim Prima Coal (KPC) Sangatta resmi menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi (PT), dalam kasus sengketa lahan seluas 300 hektare dengan Kelompok Tani Bersatu (KTB). Hal ini diungkapkan penasehat hukum KPC, Juliansyah SH, menanggapi putusan provisi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sangatta yang memenangkan KTB.

“Kami akan melakukan banding. Artinya dalam perkara itu belum berkekuatan hukum tetap. Dengan demikian, karena upaya hukum ini masih berlangsung, maka belum ada kewajiban untuk membayar seperti yang tercantum dalam vonis majelis hakim PN Sangatta,” katanya.

Seperti diketahui, majelis hakim yang diketuai Yansen Pasaribu SH dengan hakim anggota Agung Nugroho dan D Silaban SH, dalam putusannya provisinya kemarin memerintahkan PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai tergugat I menghentikan pengelolaan tambang dan kegiatan lain lainnya di areal tanah sengketa.

Hakim juga menghukum KPC membayar sebesar Rp2,1 M kepada KTB sebagai penggugat dalam sengketa lahan seluas 300 hektare di Pit J.

Tidak hanya itu, KPC juga dihukum membayar uang paksa Rp2 juta setiap hari jika lalai melaksanakan putusan provisi kepada tergugat.

Sementara Tim Penyelesaian Masalah Pertanahan Kutim selaku tergugat II, Bupati Kutim tergugat III dan Ketua DPRD sebagai tergugat IV dihukum mematuhi keputusan ini.

Kubu KTB kembali menebar ancaman. Salah seorang jurubicara kelompok ini, Yusuf Halim, menyatakan setelah adanya putusan pengadilan, maka selurh kegiatan di areal tersebut harus dihentikan sebelum KPC mengganti rugi lahan milik 28 penggugat tersebut.

“Kalau perusahaan tidak membayar ganti rugi sesuai putusan provisi majelis hakim, maka sepakat akan memblokir lahan tersebut, Senin depan,” ancam Yusuf.

KPC merasa berhak atas lahan tersebut sehingga melakukan aktivitas penambangan di dalamnya. Alasannya, perusahaan telah melakukan pembayaran kepada pemilik lahan.

Tapi klaim ini dibantah para anggota kelompok tani. Mereka mengaku tak pernah menerima ganti rugi. “Yang dibayar siapa, kursi atau bangku mungkin,” tegas Toni, ketua KTB.

Karena tak ada titik temu kedua belah pihak, kasus ini dilimpahkan ke jalur hukum.

Jika ancaman KTB ini benar-benar terjadi, maka dalam seminggu ini KPC akan direpotkan dengan pemblokiran lahan. Kemarin Kelompok Tani Pinang Raya yang lokasinya tak jauh fdari Pit J, juga melakukan pemblokiran.

Pemblokiran terhadap bus dan kendaraan KPC lainnya berakhir setelah dilakukan upaya paksa oleh aparat kepolisian.

Sumber : (ya) Kaltim Post Online, Sangatta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.