Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
28
Jun '05

KPC [PT. Kaltim Prima Coal] Wajib Bayar Rp2,1 M dan Rp2 Juta per Hari Jika Lalai


Majelis hakim yang diketuai Yansen Pasaribu SH dengan hakim anggota Agung Nugroho dan D Silaban SH, dalam putusannya provisinya kemarin memerintahkan PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai tergugat I untuk menghentikan pengelolaan tambang dan kegiatan lain lainnya di areal tanah sengketa. Menghukum KPC membayar sebesar Rp2,1 M kepada Kelompok Tani Bersatu (KTB) sebagai penggugat dalam sengketa lahan seluas 300 hektare di Pit J.

Tidak hanya itu, KPC juga dihukum membayar uang paksa Rp2 juta setiap hari jika lalai melaksanakan putusan provisi kepada tergugat. Sementara Tim Penyelesaian Masalah Pertanahan Kutim selaku tergugat II, Bupati Kutim tergugat III dan Ketua DPRD sebagai tergugat IV dihukum mematuhi keputusan ini.

“Kami berikan kesempatan kepada pihak-pihak yang bersengketa untuk melakukan upaya hukum jika tidak puas dengan putusan ini. Sesuai aturan waktu yang diberikan selama 14 hari terhitung mulai besok (hari ini, Red.),” jelas Yansen yang ditemui usai membacakan putusan.

Keputusan majelis hakim ini disambut gembira oleh puluhan anggota KTB yang memadati ruang sidang utama PN Sangatta.

“KPC harus segera membayar ganti rugi kepemilikan tanah kami,” teriak mereka.

Para anggota KTB ini didampingi kuasa hukumnya Firmanus Lampir SH dan John P Werbetus. Juga tampak Ketua LSM Suara Aktivis Pemantau Politik dan Birokrasi (Suap- Pobi) Yusuf Halim, sejak pagi telah berkumpul di gedung PN. Sebelum sidang digelar, mereka sempat melakukan pertemuan dengan Ketua PN Sangatta Margono SH. Kepada Margono mereka menuntut agar permohonan provisi atau sita jaminan atas lahan seluas 300 hektare segera dilaksanakan.

Namun oleh Margono, permasalahan tersebut diserahkan kepada majelis hakim yang menyidangkan .

Tak puas dengan hasil dialog, anggota KTB sempat membentangkan spanduk berukuran besar di depan kantor PN. Spanduk tersebut bertuliskan desakan hakim supaya adil dalam memutuskan untuk menuntaskan perkara tersebut. Pentolan KTB seperti Toni, Martinus, Musir Baderi dan lainnya mengaku sudah tak sabar lagi lantaran sidang kasus tersebut yang ke-23 kalinya digelar tapi belum juga ada putusan. “Ada apa kok ini berlarut?” tanya mereka.

Menanggapi keputusan ini, penasehat hukum KPC Juliansyah SH yang dimintai komentarnya belum dapat memberikan kepastian.

Sementara Manager External Relations KPC Tulus Siregar yang dikonfirmasi terpisah belum bisa memberikan jawaban. Alasannya, putusan tersebut belum diterima. “Putusan itu belum kami terima. Nanti akan kami pelajari dulu,” katanya.

Sumber : (ya) Kaltim Post Online, Sangatta
Similar   : Lalai, KPC Wajib Bayar Rp2,1 M dan Rp2 Juta per Hari @ Samarinda Pos Online


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.