Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
25
Jun '05

Pemerintah Diminta Lakukan Dialog Dengan Serikat Buruh dan Pengusaha


Pemerintah diminta melakukan dialog dengan serikat buruh dan pengusaha untuk membicarakan nasib buruh Indonesia.

Demikian dikatakan Rekson Silaban, anggota Governing Body International Labour Organizatiom (ILO) yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Konvederansi Serikat Buruh Indonesia hari ini, Sabtu (25/6).

Ia menjelaskan, hingga saat ini Pemerintah terlihat kurang serius memperhatikan nasib dan kesejahteraan buruh, baik secara hukum maupun ekonomi, karena di dalam memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi dan kepentingan berserikat kaum buruh tidak melibatkan serikat buruh maupun asosiasi pengusaha.

Hal itu menurutnya, dapat dilihat dalam penetapan upah minimum regional maupun upah minimum Propinsi yang meskipun mendapat penolakan dari serikat buruh tapi dapat dijalankan sehingga pemberlakukan standarnya sangat rendah.

Dan meski mendapat penolakan yang cukup serius, namun tetap menjadi kebijakan dan terus berjalan.

Ia mengatakan, Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla diminta untuk tidak memprioritaskan acara-acara ceremonial untuk menunjukan perhatiannya kepada kaum buruh Indonesia.

Tetapi jelasnya, lebih fokuskan pada tindakan-tindakan kongkrit seperti memantau penerapan pelaksanaan klasifikasi konvensi ILO yang telah di tetapkan di Indonesia, namun belum dapat terukur pelaksanaannya.

Lebih lanjut ia menegaskan, yang harus dilakukan saat ini adalah perlu merumuskan antara Pemerintah, asosiasi pengusaha dan serikat buruh model hubungan industrial yang menjadi panutan dalam pelaksanaan hubungan industrial di Indonesia.

Karena menurutnya, hingga saat ini Indonesia sendiri belum memiliki hubungan industrial yang secara khusus, namun hanya disebutkan sebagai hubungan industrial Pancasila.

Sumber : (Hendra Setiawan / der) Elshinta.com, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.