Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
25
Jun '05

Ketua Umum DPP SBSI Rekson Silaban Terpilih Jadi Pengurus Eksekutif ILO di Jenewa


Ketua Umum DPP SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) Rekson Silaban SE terpilih sebagai salah seorang anggota badan pengurus eksekutif (Governing Body) ILO (International Labour Organization) masa bhakti 2005-2008 dalam konferensi ILO ke-93 pada 1 s/d 17 Juni lalu di Jenewa Swiss.

Dalam pemilihan, Rekson Silaban dipilih oleh 115 negara dari 123 negara yang berhak ikut pemilihan. Banyaknya dukungan ini, kata Rekson kepada SIB, Jumat (24/6) melalui telepon selulernya, adalah tidak terlepas dari dukungan resmi yang diberikan oleh 3 konfederasi serikat buruh internasional, yakni ICFTU, World Confederation of Labour (WCL) dan ICATU (Persatuan Serikat Buruh Negara Arab).

Rekson Silaban SE mantan ketua GMKI cabang Siantar-Simalungun itu, dipilih atas dasar pertimbangan beberapa hal, di antaranya, pertama, SBSI yang dipimpinnya memiliki reputasi internasional karena sering terlibat dalam menangani masalah internasional dan setiap tahun hadir dalam konferensi ILO. Kedua, SBSI adalah satu-satunya serikat buruh di Indonesia yang memiliki afiliasi internasional. Ketiga, Rekson saat ini adalah pemimpin serikat buruh termuda di seluruh dunia (38 tahun).

Terpilihnya wakil Indonesia duduk di governing body ini, telah memulihkan kepercayaan internasional tentang telah bangkitnya serikat buruh independen di Indonesia. Posisi sebagai anggota governing body untuk wakil buruh Indonesia pernah terjadi pada tahun 1965, saat Agus Sudono ketua umum DPP Gasbindo, tetapi sejak pemerintahan orde baru campur tangan terhadap urusan internal serikat buruh, kalangan internasional kehilangan kepercayaan terhadap Indonesia.

Jumlah total anggota governing body adalah 56 orang, terdiri dari representasi tripartit masing-masing, wakil negara 28 orang, wakil assosiasi pengusaha 14 orang dan wakil serikat buruh 14 orang. Governing body ILO ini adalah lembaga tertinggi ILO yang bertugas merumuskan program dan kebijakan ILO, semacam badan eksekutif yang bertanggungjawab terhadap implementasi pelaksanaan program yang telah disetujui stake holder (dalam hal ini negara-negara anggota ILO).

Struktur ILO, paling atas adalah members states, yaitu negara anggota, terdiri dari 150 negara, bertemu setiap tahun dalam konferensi tahunan ILO, kemudian Governing body yang komposisinya terdiri dari utusan tripartit yang bertemu 3 kali dalam setahun dan terakhir ada director general, yakni direktur eksekutif yang menjalankan kantor ILO sehari-hari.

Status governing body, dikategorikan sebagai pejabat United Nation ILO karena memiliki kekebalan politik (political immunity), tidak bisa dihukum karena perjuangan penegakan standar perburuhan internasional, kemudian  memiliki paspor khusus yang dikeluarkan ILO, jadi tidak perlu mengurus visa memasuki wilayah Swiss serta perjalanan dinas fasilitasi dengan standar kelas bisnis, baik tiket pesawat, penginapan dan fasilitas rapat. Sebagai governing body bertanggungjawab memajukan pelaksanaan konvensi ILO, baik secara hukum maupun praktek sehari-hari, kata Rekson. Kedudukan menjadi governing body membuatnya memiliki akses luas bekerja di lembaga ILO di kemudian hari.

Sumber : (E5/h) Harian SIB, Pematang Siantar (broken link)


Ada 2 tanggapan untuk artikel “Ketua Umum DPP SBSI Rekson Silaban Terpilih Jadi Pengurus Eksekutif ILO di Jenewa”

  1. Tanggapan bobson samsir simbolon:

    hidup buruh………….!!!!
    saya sangat bangga dengan apa yang telah bapak rekson silaban dapatkan, hal tersebut merupakan suatu prestasi yang sangat patut di banggakan semua rakyat indonesia.
    kehidupan buruh di indonesia sekarang ini sangatlah tidak layak sebagai kehidupan seorang buruh sebagaimana yang dimaksud oleh ILO, saya sangat sedih melihat kehidupan buruh di indonesia kita ini, bahkan lebih sadis nya lagi……….., di Prov. Riau Kec. Mandau, ada seorang buruh yang saya lihat mengalami cacat total, dia mengalami kecelakaan di lapangan kerja dan terjadi saat bekerja ( Waktu kerja ), namun sampai saat ini Buruh tersebut tidak mendapatkan hak - hak nya sebagai seorang buruh, anak - anak nya putus sekolah, istri nya sakit karena stress, keluarganya berantakan. kadang dalam hati saya bertanya, mengapa masih ada buruh yang seperti itu di Indonesia yang telah menjalin hubungan dengan ILO, apakah hubungan yang selama ini hanya formalitas semata………?
    Bapak rekson yang terhormat, tolong bapak pantau kehidupan buruh di daerah - daerah indonesia, khususnya daerah Prop. Riau, agar prestasi yang bapak dapatkan memiliki bobot dan nilai bagi kehidupan Buruh di Indonesia dan Khususnya untuk ILO………..
    thank’s

  2. Tanggapan sofian banta:

    salam,,,,,,,,,,,,,
    sebelum-y ucapan selamat kpd bapak rekson silaban dengan prestasi yang telah dapatkan ,,,,,,,,,,
    dan saya pribadi mengaharapkan kepada bapak amanah yang telah dibebankan kepada bapak dapat dijalankan secara baik,,,sehingga bapak tergolong sebagai seorang yang amanah,?
    dan satu pesan saya tolong perjuangkan nasib buruh yang ada diseluruh wilayah doi indonesia khususnya dan dunia umumnya sejalan dengan jabatan yang bapak duduki sekarang ,,,?
    karena kondisi para buruh di indonesia sangat memprihatin kan dengan memakai tenaga oleh perusahaan-perusahaan tanpa ada jaminan yang jelas dan dan tanpa gaji cukup untuk penghidupan,maka datri itu,,,,,,saya ingin bapak mampu mewujudkan hak-hak mereka ,,,,
    trimsssss,.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.