Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
23
Jun '05

Ghamal Shite Dihajar sekelompok pria di Lintongnihuta


Ghamal Sihite (42) penduduk Lintongnihuta, salah seorang anggota Tim KPMS3 (Komite Pemenang Marulam Simamora SE/Ir Saut Sihite MTP) dihadang dan dihajar sekelompok pria di Desa Siharjulu Kecamatan Lintongnihuta Humbang Hasundutan (Humbahas), Senin (20/6) sekira pukul 01.30 WIB. Guna pengusutan lanjut, kejadian tersebut sudah dilaporkan Ketua Bidang Umum KPMS3 Humbahas Charles Pasaribu ke Polsek Lintongnihuta dan Polres Humbahas, Senin (20/6). Belum diketahui secara pasti sebab-sebab pengeroyokan tersebut namun disebut-sebut pelakunya sekelompok Tim Sukses (TS) salah satu calon bupati Humbahas. Kini Ghamal Sihite masih dirawat di Rumah Sakit Umum Doloksanggul guna perawatan secara intensif. Hingga kini ia sadarkan diri dan direncanakan akan dibawa berobat ke Medan.

Menurut Charles Pasaribu, Selasa (21/6) di kantor bupati Humbahas, sebelum kejadian Ghamal Sihite baru pulang “menggait” keluarganya dengan menggunakan sepeda motor untuk memenangkan calon bupati/wakil bupati Humbahas Marulam Simamora SE/Ir Saut H Sihite MTP. Usai “menggait” Ghamal Sihite hendak pulang ke rumah, namun di perjalanan korban dihadang sekelompok pria dengan menggunakan mobil yang diduga sebelumnya sudah dibuntuti pelaku. Kemudian dihajar dan dipaksa dibawa ke salah satu posko seorang kandidat bupati di Humbahas. Di posko tersebut, Ghamal Sihite MTP menjadi “Parhobas” di Humbahas. Tim KPMS3 yang mengetahui peristiwa tersebut segera menuju lokasi peristiwa dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Doloksanggal untuk perobatan. Guna pengusutan lanjut, Tim KPMS3 sudah menyurati Kapolres, Panwas Bupati dan KPUD untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku sesuai dangan surat nomor : SP/KPMS3/VI/2003 ditandatangani Charles Pasaribu.

Sebelumnya juga, Mike Silaban dan Alber Silaban yang juga anggota KPMS3 sudah pernah diculik dan dianiaya dengan pelaku yang sama. Dalam laporannya kepada Kapolres Humbahas, Mike Silaban dan Albert Silaban diculik dan dianiaya di Desa Nagasaribu Kecamatan Lintongnihuta, saat memasang spanduk, Jumat (10/6). Kedua korban dipaksa, dimasukkan kedalam mobil kijang plat (B) Jakarta dan disiksa. Selain itu juga korban dipaksa supaya memberikan nama-nama koordinator lapangan KPMS3 yang ada di Kecamatan Lintongnihuta.

Akibat peritiwa itu, KPMS3 menuntut agar kejadian tersebut segera diusut pihak kepolisian dan pelaku ditangkap dan dituntut sesuai hukum yang berlaku. Agar kendaraan yang diperlukan melakukan penculikan ditahan sebagai barang bukti. Selain itu, tim kampanye yang melakukan penculikan ditahan sesuai dengan isi UU Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan PP Nomor 6 tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan, pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah. Kapolres Humbahas AKBP GPDI Hutajulu SH ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Rabu (22/6) membenarkan peristiwa tersebut dan masih dalam tahap proses penyelidikan. Mengenai pelaku belum ada ditangkap menunggu prosedur yang berlaku dimana korban harus divisum lebih dahulu. Namun apabila terbukti, proses hukum akan tetap berjalan,” ujar Hutajulu.

Sumber : (RHS/t) Harian SIB, Lintong ni Huta  (broken link)


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.