Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
23
Jun '05

Di Ruang Pasien Gizi Buruk RSPM: Dr Amran Larang Wartawan Meliput dengan Dalih Sterilisasi


Penderita gizi buruk di RSPM terus bertambah. Saat ini 5 bocah sedang menjalani perawatan medis di sana. Novita Sari (8), bocah yang bermukim di Jalan Paya Rumput Lingkungan VIII Titipapan Medan diboyong ke RSPM, Selasa (21/6) untuk mendapat perawatan di Ruang (R III) Anak.

Menurut pengakuan orang- tuanya, Anto (40), seorang penarik beca ketika ditemui wartawan di RSPM, Rabu (22/6), mengatakan, seminggu lalu anaknya mengalami penyakit gatal-gatal disertai diare. Ia dan Nia istrinya tidak bisa menafkahi 8 anaknya. Bahkan untuk mengobati penyakit Novita, anak kelimanya, juga mengalami kesulitan. Sebab seharinya ia hanya memperoleh penghasilan cuma Rp 12.000,-.

Tertutup

Sementara itu, Ruang III Anak tempat penderita gizi buruk dirawat tertutup untuk wartawan dan masyarakat umum. Diduga kebijakan ini ditempuh dr Amran Lubis SpJP, berkaitan dengan peristiwa yang terjadi, Selasa (21/6) ketika anggota DPRD Sumut datang menjenguk penderita gizi buruk di RSPM.
Dr Amran selaku kepala bidang pelayanan dan penunjang medis RSPM mengecam kehadiran anggota dewan yang dinilainya ilegal (tanpa izin) darinya. Hal itu terungkap kemarin siang ketika beberapa wartawan unit RSPM hendak melihat dan mewawancarai penderita gizi buruk Novita Sari. Tetapi dokter jaga Ruang III Anak, Dame Sinaga SST, menegur wartawan. “ Kalian seharusnya meminta izin, ini bukan waktu jam besuk,”ucap Dame Sinaga.

Ketika Medan Bisnis bertanya kepada dr Amran Lubis, dia mengatakan pintu Ruang III Anak tidak ditutup untuk umum melainkan sedang disterilkan dari kuman-kuman. “Tidak ditutup, tapi lagi dibersihkan dari kuman-kuman karena di dalam banyak korban diare, nanti kalian pula yang kena diare,” kilahnya.
Informasi lain diterima orang tua salah satu penderita gizi buruk mengaku kepada wartawan bingung karena disuruh perawat untuk membeli susu ‘Isomil’. Padahal susu yang digunakan tidak harus merek tersebut. “Saya sudah dua kali membeli susu tersebut, pertama kali tepatnya Minggu (19/6) dibeli dengan harga Rp 60 ribu,” kata V Silaban, ayah Daniel, penderita gizi buruk di RSPM.

Sumber : (Zainul Abdi) Medan Bisnis, Medan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Idle Cipanas villa makes comeback
Artikel selanjutnya :
   » » Ghamal Shite Dihajar sekelompok pria di Lintongnihuta