Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
15
Jun '05

Soal Gizi Buruk di Sumut: Dinas Kesehatan Tak Punya Data Akurat


Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara hingga kini ternyata belum memiliki data akurat mengenai jumlah penderita gizi buruk dan busung lapar di daerahnya. Hal itu karena mekanisme pendataan tidak dijalankan oleh petugas kesehatan di lapangan. Sementara itu korban penderita gizi buruk yang dirawat di Rumah Sakit Pirngadi, Medan, kini bertambah dua orang.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Fatni Sulani kepada pers di Medan, Selasa (14/6), mengatakan, pihaknya hanya memiliki angka sementara penderita gizi buruk. Fatni juga mengaku belum mengetahui ada atau tidaknya kasus busung lapar di Sumut.

“Angka sementara penderita gizi buruk di Sumut hingga 13 Juni sebanyak 643 kasus. Penderita terbanyak terdapat di Kabupaten Dairi, yaitu 130 kasus, Deli Serdang 88 kasus, dan Sibolga 75 kasus. Akan tetapi, angka tersebut masih bersifat sementara karena masih ada kabupaten atau kota yang belum memberikan data penderita gizi buruk di wilayahnya masing-masing, seperti Nias dan Nias Selatan. Sedangkan mengenai busung lapar belum dapat kami pastikan keberadaannya karena belum ada datanya,” katanya.

Angka penderita gizi buruk ini diperkirakan akan terus bertambah, mengingat tingkat prevalensi gizi buruk di Sumut yang tinggi, yaitu 2,1 persen pada tahun 2004 dan 3,4 persen pada tahun 2003. Selama ini, menurut Fatni, proses pendataan gizi buruk tidak lagi berjalan dengan baik dan hal itu juga terjadi di daerah lain.

Secara terpisah, Gubernur Sumut Rizal Nurdin mengatakan akan meminta seluruh kepala daerah memantau perkembangan kasus gizi buruk secara intensif. “Keberadaan gizi buruk atau busung lapar adalah tanggung jawab kepala daerah masing-masing sehingga mereka harus terus memantaunya secara serius,” katanya.

Dirawat di RS

Di sisi lain, jumlah penderita gizi buruk yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pirngadi, Medan, bertambah dua anak lagi. Dua penderita tersebut adalah Anita Gea (2), dan Daniel Silaban (13 bulan). Sebelumnya, hari Sabtu lalu, seorang penderita gizi buruk, Agus Eka (9), akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di RSU Pirngadi.

Sumber : (aik) Harian Kompas, Medan


Ada 3 tanggapan untuk artikel “Soal Gizi Buruk di Sumut: Dinas Kesehatan Tak Punya Data Akurat”

  1. Tanggapan sisi:

    menurut saya gizi buruk sangat merisaukan masyarakat ..
    pemerintah di daerah sebaiknya turun langsung untuk meninjau langsung di tempat yang banyak penderita GIZI BURUK ..

  2. Tanggapan Rade H Damanik:

    Menurut saya penderita gizi buruk di sumut adalah hal yang sangat memalukan dimana kita tahu bahwa Sumut kaya akan rempah/hasil pangan.disini pemerintah perlu lebih sering memperhatikan masyarakatnya.
    - kenapa pemerintah tidak tau data tentang penderita gizi buruk di Sumut?berarti disini pemerintah tidak mau tau tentang masyarakatnya.kami harap pemerintah peduli akan masyarakatnya karna itu sangat penting.

  3. Tanggapan sky Ridho:

    menurut saya gizi buruk perlu dan harus diatasi karena sebagian besar penderitanya adalah anak-anak, lalu bagaimana nasib bangsa ini sementara penerus bangsa kekurangan gizi.
    pemerintah dan pihak terkait dalam hal ini harus mampu mendata berapa anak di Indonesia ini yang menderita busung lapar

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Dua Bocah Asal Medan Gizi Buruk Dirawat di RSUPM
Artikel selanjutnya :
   » » Dua Penjambret Babak Belur Dihajar Massa