Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
8
Jun '05

Hakim Tolak Gugatan KPC [PT. Kaltim Prima Coal]


Petani Ancam Blokir Jika KPC Tak Segera Ganti Rugi

Suasana sidang lanjutan kasus gugatan PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada Kelompok Tani Pinang Raya (KTPR) dengan agenda pembacaan gugatan oleh majelis hakim pimpinan Andreas SH sempat gaduh. KTPR yang dipimpin H Hamzah tetap pada pendiriannya. Menolak sidang dilanjutkan dan mendesak KPC membayar lahan mereka.

Semula pihak tergugat menginginkan perkara tersebut dilanjutkan agar diperoleh kekuatan hukum atas lahan mereka. Namun belakangan saat penasihat hukum penggugat, Juliansyah SH membacakan gugatannya, terjadi kericuhan.

Kemarahan warga memuncak setelah mendengar kalimat yang menyatakan bahwa PT KPC telah membayar ganti rugi lahan Pinang Raya pada tahun 1990. “KPC merasa telah membebaskan lahan tersebut pada siapa? Kami pemilik lahan sejak tahun 1982 tidak pernah merasa menerima ganti rugi,” kilah mereka.

Selanjutnya satu persatu anggota KTPR berdiri dan angkat suara menghardik Juliansyah sambil menunjukkan surat-surat yang mereka miliki. Kemarahan mereda setelah majelis kembali menawarkan apakah persidangan ingin dilanjutkan atau tidak. “Mau dilanjutkan atau tidak perkara ini. Kalau tidak kami bacakan putusannya supaya perkara ini cepat selesai,” ungkap Silaban SH.

Sidang dapat dilanjutkan setelah sempat tiga kali melalui upaya damai. Bahkan majelis hakim sempat meminta persetujuan kepada massa kelompok tani untuk membacakan keputusannya. Ketua Majelis Hakim Andreas beranggotakan Silaban dan Bambang menyatakan gugatan KPC tidak dapat diterima. “Mengadili, gugatan penggugat tidak dapat diterima,” tegas Andreas.

Kontan putusan majelis hakim tersebut disambut tepuk tangan meriah dan pelukan tanda terima kasih oleh semua anggota KTPR. Hakim menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan, diantaranya tidak tercapainya upaya perdamaian yang ditawarkan majelis terhadap kedua belah pihak.

Pertimbangan lain karena situasi tidak kondusif setiap kali dilangsungkan persidangan. Alasan lain permintaan majelis hakim pada penasihat hukum penggugat untuk menghadirkan pemberi kuasa dalam hal ini Management KPC tidak terpenuhi. Sehingga majelis menilai penggugat tidak serius dalam mengajukan gugatannya ke PN Sangatta. Karena itulah majelis mengambil sikap ex officio (kewenangan ekstra) untuk memutus perkara tersebut.

Pengurus KTPR Frans Parera mengaku puas atas keputusan majelis hakim. Semula mereka ragu lahannya diselesaikan lewat jalur hukum karena khawatir KPC akan dimenangkan. Namun setelah sidang anggapan tersebut keliru. “Ternyata masih ada keadilan di dunia ini. Majelis hakim berpihak pada rakyat,” kata Frans.

Karena itu Frans minta agar KPC segera membayar lahan milik 65 petani seluas 200 hektare. “Berdasarkan kesepakatan kami, setelah dinyatakan menang maka KPC harus segera membayar ganti rugi lahan kami yang dikuasainya. Kalau tidak kami akan blokir,” ancam Frans.

Sementara Juliansyah yang menjadi penasihat hukum KPC menyerahkan permasalahan tersebut kepada KPC. “Soal upaya hukum banding itu terserah pada manajemen saja,” katanya.

Sengketa lahan antara KPC dengan KTPR merupakan kasus yang sudah sekian lama berlangsung. KPC mengaku telah menyelesaikan ganti rugi melalui Pemda Tk I Kaltim dan mengklaim bahwa tanah tersebut telah menjadi milik perusahaan. Sebagai tanda KPC memasang beberapa plang yang bertuliskan dilarang membangun atau melakukan aktifitas di sekitar lahan tersebut.

Sumber : (ya) Kaltim Post Online, Sangatta


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Hakim Tolak Gugatan KPC [PT. Kaltim Prima Coal]”

  1. Tanggapan bagus hardinesia:

    sebagai perusahaan batubara yang terkemuka diIndonesia tidaklah pantas untuk mengajukan gugatan kepada rakyat, dalam arti tanggapan puplik yang berkembang saat ini terhadap KPC : bahwa pelaksanaan corporate sosial responsibilty kurang berjalan sebagai mana mestinya, jika CSR/Com Dev berjalan dengan baik maka secara otomatis tidak terjadi polemik (masyarakat & perusahaan), seperti hanya Berau Coal yang notaband nya hampir sama dengan KPC, mereka mempu merespon lingkungan sosial sehingga hingga sampai saat ini mereka selalu terhindar dari masalah sosial.

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Tiga Pria Mengaku Wartawan Dan Polisi Diamankan
Artikel selanjutnya :
   » » Perampok Ikat Satpam, Bawa Kabur Brankas