Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
22
Mei '05

Mabuk, Masuk Kamar Orang



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Seperti umumnya orang yang lagi mabuk, Dolman Silaban (28) juga berjalan sempoyongan. Benda-benda di depannya bergoyang. Penglihatan menjadi tidak jelas. Konon satu garis bisa tampak bagai tiga atau empat garis. Kios rokok bisa dikira rumah gedongan, nenek-nenek dikira anak baru gede, dan seterusnya.

Pikiran kacau semacam itulah yang menghampiri pemuda pengangguran ini sehabis menenggak minuman keras di rumah saudaranya. Langkah sempoyongannya belum jauh ketika ia tiba di Jalan Mangga, Bojong Menteng, Rawalumbu, Bekasi, Jumat (20/5) dini hari.

Suasana sudah sepi. Umumnya orang sudah terlelap di rumah masing-masing. Sambil bergoyang jalan, Dolman melihat sebuah pintu rumah agak terbuka. Tanpa permisi, pemuda kita mengayun kakinya ke sana. Meski pun kepala berat dan pandangan mata nanar, ia masih bisa mengenali apa yang tersuguh di depannya. Itulah sebuah pemandangan menarik: seorang ibu muda cantik tertidur pulas bersama anak lelakinya yang berusia tiga tahun.

Entah bagaimana proses yang berlangsung di otak Dolman, yang jelas ia mendapati dirinya mengendap-endap, menyusup ke dalam kamar tidur. Ia menghampiri ibu muda itu, yang kelak baru ia ketahui bernama Siska (20), yang tetap tidak sadar akan bahaya yang tengah mengancam.

Siska terbangun karena merasa tubuhnya ditindih seseorang. Dia kaget melihat seorang asing mencoba membuka paksa pakaian yang melekat di tubuhnya. Dengan sekuat tenaga, Siska mendorong tubuh Dolman, tetapi tidak berhasil. Pemberontakan Siska justru membuat Dolman makin menggebu-gebu.

Siska yang panik dan ketakutan itu berteriak. Dolman yang kaget dengan teriakan Siska lalu menyambar pisau yang ada di rumah itu dan mengancam ke lehernya. Siska menghentikan teriakan. Untunglah, salah satu tetangganya sempat mendengar teriakannya tadi. Ketika memeriksa, tetangga itu kaget melihat Siska yang hampir diperkosa dengan ancaman pisau di leher. Tetangga itu berteriak memanggil warga lainnya.

Dolman yang sempoyongan tak berkutik karena semakin banyak warga yang datang. Pisau di tangannya berhasil direbut. Tak ayal, ia menjadi bulan-bulanan warga sehingga wajahnya babak belur. Tak lama kemudian, ia dijemput petugas Kepolisian Sektor Metro Bekasi Timur.

Tetapi, tunggu dulu, mengapa pintu rumah Siska terbuka sehingga bahkan orang mabuk pun bisa leluasa masuk? Rupanya itu kesilapan suaminya yang buru-buru keluar rumah untuk membeli rokok sehingga lupa menutupnya lagi.

Moral cerita ini barangkali, kalau punya istri cantik, jangan ditinggal malam untuk beli rokok dong….

Sumber : (ELN) Harian Kompas, Bekasi


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Merdeka Walk Soft Opening: Sajikan Menu Halal Standar Internasional

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » RBC [Riau Boxing Camp] Datangkan Petinju Nasional