Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
18
Mei '05

Pemkot-Bappenas MoU Lelang Serentak


Pemkot Surabaya dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengadakan memorandum of understanding (MoU) tentang penerapan lelang serentak lewat internet atau e-procurement, di ruang sidang Walikota, Rabu (18/5).

Dalam MoU tidak ada kesepakatan-kesepakatan untuk saling mengikat hubungan antara kedua belah pihak. Tapi Bappenas justru langsung mengadopsi pelaksanaan lelang serentak lewat internet.

Pelaksanaan MoU ini tentu saja membanggakan semua pejabat dan karyawan Pemkot, karena program ini dijadikan percontohan nasional. Program ini akan disebarkan Bappenas ke propinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Namun pelaksanaan MoU ini justru menjadi ganjil mengingat pelaksanaannya bersamaan dengan munculnya isu tentang penggantian Ir Tri Rismaharini, Kepala Bina Pembangunan Kota selaku penggagas lelang serentak lewat internet tersebut.

Tri Rismaharini diinformasikan akan digantikan Ir Togar Silaban Kasubdin dan pengendalian dan operasional Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) yang baru didemo wartawan karena melarang wartawan meliput pembahasan rencana tata ruang wilayah (RTRW) di hotel JW Marriott akhir minggu lalu. Tri Risma akan menduduki jabatan baru sebagai Kasubdin di Dinas Pengendalian dan Pencegahan Banjir.

Asisten II bidang pembangunan dr Muklas Udin saat dihubungi, Rabu (18/5) mengatakan, memang Bappenas akan mengadopsi lelang serentak internet. Adopsi yang dilakukan, semua program lelang serentak ini nantinya dicopy Bappenas. Alasannya, program ini tergolong berhasil menekan kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) setiap lelang pembangunan kota Surabaya. Bahkan program ini mampu menghemat biaya pembangunan sampai sekitar 30%-40%.

“Bappenas bukan mengadakan kerjasama lagi. Istilahnya langsung mengadopsi programnya. Semua bentuk kegiatan lelang ditiru plek Bappenas,” katanya.

Selanjutnya, Bappenas akan menerapkan program ini ke seluruh daerah di Indonesia. Baik di tingkat propinsi, kabupaten atau kota. Karena, yang melaksanakan program tersebut memang baru di Surabaya.

Diganti
Tapi, tentang kabar akan digantikannya Tri Rismaharini selaku penggagas lelang serentak, Muklas sendiri merasa heran dengan isu itu. Dia malah balik bertanya siapa orang yang mengabarkan kabar yang belum tentu benar kepastiannya. “Tidak benar Bu Risma mau diganti, siapa yang bilang,” ujarnya.

Menurutnya, kalau memang Tri Rismaharini diganti dia mengaku, akan menjadi orang pertama yang menyayangkannya. Alasannya, Tri Risma seharusnya justru memperoleh penghargaan atau reward atas prestasinya menggagas lelang serentak lewat internet.

Dia berharap Tri Rismaharini dipertahankan. Diakuinya, jika pelaksanaan lelang serentak ini ada yang pro dan kontra merupakan hal yang wajar. Tapi juga harus diakui program yang digagas Risma ini tergolong berhasil dan efektif menekan KKN.

Tri Rismaharini sendiri ketika dihubungi terpisah mengatakan, dia bangga kalau programnya diadopsi Bappenas. “Tentu saja saya senang jika program saya diadopsi Bappenas, setidaknya ada sumbangsih saya ke negara,” katanya.

Tapi ketika ditanya bagaimana dengan rencana penggantian dirinya, dia memilih enggan berkomentar. Dia mengaku, memang sudah dengar kalau posisinya sebagai Kabag Bina Pembangunan akan diganti orang lain. “Sudahlah, saya tidak ngomong soal itu,” kelitnya.

Sumber : (pur) Surabaya Post, Surabaya


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.