Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
13
Mei '05

Perundingan Buruh Sulit Terpecahkan


Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban memaparkan perlunya iktikad baik dalam setiap perundingan antara buruh dan pengusaha. Perundingan ini dilakukan bila terdapat suatu permasalahan antara buruh dan pengusaha. Selama ini perundingan di Indonesia umumnya bernada emosional, sehingga sulit untuk menemukan solusi terbaik.

‘’Konflik buruh dalam perindustrian Indonesia biasanya tidak ada perundingan yang disertai iktikad baik antara pihak-pihak terkait,'’ katanya dalam Lokakarya KSBSI di Hotel Horison, Kamis (12/5). Lokakarya diikuti pengurus Korwil, DPC, dan perwakilan pengurus komisariat se-Jateng.

Akibatnya, muncul kesan yang menempel pada buruh sebagai pihak yang bersikap anarkis dan memaksakan kehendak. Di sisi lain, hal ini juga berimbas pada keengganan para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. ‘’Investor khawatir terhadap sikap buruh yang anarkis. Mereka akan menganggap buruh yang menjadi biang kerok,'’ ucapnya.

Iktikad baik ini, lanjut Rekson, sudah seharusnya dilaksanakan oleh buruh dan juga pengusaha.

Buruh dirugikan bila pengusaha tidak mau berunding atau mengulur-ulur waktu, karena akan makin memperpanjang masalah.

Demikian pula pengusaha akan rugi karena tidak dapat berproduksi.

Sumber : (mhr-29t) Suara Merdeka, Semarang


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Giliran Badrul Ditunggu di Pengadilan
Artikel selanjutnya :
   » » Evaluasi Reforestrasi & Sosialisasi ARC-HKBP