Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
25
Apr '05

Menakertrans Keluhkan Banyaknya Serikat Pekerja



Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions-formatting.php on line 76

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Fahmi Idris, mengeluhkan banyaknya serikat pekerja yang ada di Indonesia sehingga menyebabkan tidak kondusifnya hubungan antara pengusaha dan pekerja.

`Di Indonesia saat ini ada 86 serikat pekerja. Banyak pengusaha mengeluh karena dalam satu perusahaan rata-rata ada 5-14 serikat pekerja, sementara keanggotaannya tidak lebih dari 50 persen,` katanya di Surabaya, Senin (25/4).

Fahmi Idris mengemukakan hal itu ketika menghadiri Musyawarah Nasional Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di asrama haji Sukolilo, Surabaya.

Acara itu dihadiri antara lain pengusaha nasional yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofyan Wanandi, Ketua Umum Konfederasi SBSI, Rickson Silaban, Ketua Umum PBSD, Mochtar Pakpahan, dan Cawali Surabaya, Erlangga Satriagung. `Banyaknya serikat pekerja menyebabkan hubungan bipartit menjadi tidak sehat, terjadi persaingan yang tajam antar serikat pekerja di perusahaan. Ini menjadi pokok pangkal situasi menjadi tidak kondusif untuk meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan pekerja,` katanya.

Fahmi Idris mengatakan banyaknya serikat pekerja mengakibatkan sulitnya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara pengusaha dan pekerja sulit di rumuskan pada tingkat basis. `Serikat pekerja dan serikat buruh harus berkembang secara`balance` dan sehat, demikian pula anggotanya jelas, ada yang memberi informasi ada serikat pekerja yang anggotanya 150 juta, ini melebihi jumlah angkatan kerja yang mencapai 104 juta orang,` katanya.

Untuk mengefektifkan jumlah serikat pekerja itu, katanya, pihaknya menyerahkan kepada pekerja dan pengusaha sendiri, sedangkan pemerintah tidak akan melakukan intervensi. `Kami akan melakukan verifikasi terhadap serikat pekerja, baik kepada pengusaha maupun pekerja. Di Depnakertran sudah ada tim yang akan melakukan verifikasi tersebut,` katanya.

Pernyataan senada disampaikan Sofyan Wanandi. Menurut dia, banyaknya serikat pekerja sudah waktunya diatur karena persoalan tenaga kerja merupakan salah satu faktor penentu dalam mendatangkan investasi di Indonesia. `Munas SBSI perlu memikirkan bagaimana membantu pemenrintah dalammenambah investasi. Soal upah minimum sebaiknya cukup diselesaikan antara pekerja dan pengusaha, bukan oleh gubernur, bupati atau walikota, mereka sebaiknya urusi PNS-nya saja,` katanya.

Sementara itu, Cawali Surabaya Erlangga Satriagung yang juga Ketua Kadinda Jatim mengatakan sudah terlalu lama pengusaha dan buruh dihadapkan pada posisi berhadapan, padahal keduanya memiliki masalah yang sama yakni pasar. `Sudah saatnya buruh dan pengusaha berdiri pada satu sisi, karena kami merasakan sulitnya menarik investasi, pengusaha tidak keberatan meningkatkan kesejahteraan pekerja asalkan pungutan liar harus dihapuskan,` katanya.

Sumber : (ant-h) RRI Online, Surabaya


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.






Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel sebelumnya :
   » » Kampanye Semarakkan Depok

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jf_silaban/silaban.net/wp-includes/functions.php on line 590
Artikel selanjutnya :
   » » Pengusaha Medan Bangun Objek Wisata Pantai Labu