Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
23
Apr '05

Golkar: PKS [Partai Keadilan Sejahtera] pesaing berat


Menghadapi pesaing berat pasangan calon walikota dan wakil walikota dari PKS, Nur Mahmudi Ismail-Yuyun Wirasaputra, tim Pilkada Partai Golkar bersikeras menguasai pusat pemerintah, perekonomian, tokoh masyarakat dan pusat pendidikan.

Selain itu Ketua Tim Pilkada Golkar, Sinatra, juga mengungkapkan akan berupaya meningkatkan citra calon walikota dan wakil walikota yang diusung, mendayagunakan mesin politik Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta memantau perolehan suara diseluruh TPS.

“Pegang saja pucuk pemerintahan dari tingkat pusat hingga serta manfaatkan pusat pendidikan terbesar di Depok ini dan dekati tokoh pemuda, kata Sinatra.

Sementara calon walikota, Badrul Kamal menilai konflik yang menimpa koalisi kebersamaan seputar keputusannya memilih KH. Syihabudin Ahmad sebagai pendampingnya dalam Pilkada langsung, 26 Juni, memaksa dia ‘turun gunung’ ke partai Golkar.

Padahal, sebelum koalisi kebersamaan (Golkar, PD, PDIP, PPP, PKB dan PDS) bubar, Badrul sempat mengklaim dirinya sebagai calon walikota independen yang tidak memihak salah satu dari enam Parpol pendukungnya.

Namun keputusan itu berubah setelah Partai Demokrat (PD), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS), sempat mencabut dukungan dan keluar dari koalisi kebersamaaan. Sehingga dia hanya didukung Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hal itu terungkap dalam acara Rapat Pimpinan Daerah DPD Golkar, dalam rangka pengukuhan calon walikota dan wakil walikota, di Pondok Nanda, Pengasinan, Sawangan, Kamis (21/4).

“Sejak ditinggal empat partai besar, kepercayaan Golkar kepada saya untuk memenagkan kursi walikota semakin kuat,” kata Badrul Kamal, saat menyampaikan sambutannya.

Menurut Badrul, sebelum ia memilih pendamping yang tepat, dirinya harus memastikan siapa paket pasangan yang diusung pihak lawan.

Imbangi figur Yuyun

Dia mengungkapkan, beberapa alasan, kenapa memilih Syihabudin sebagai pendampingnya dalam Pilkada nanti. Alasan yang dijadikan sebagai pertimbangan tersebut, a.l golongan Nahdatul Ulama, isu kedaerahan, strategi pencapaian visi, wilayah perebutan kantung massa.

Untuk mengimbangi figur Yuyun Wirasaputra, calon wakil walikota pendamping Nur Mahmudi Ismail dari PKS, dari kalangan nahdiyin sekaligus mantan birokrat.

Sebagian besar lapisan masyarakat Depok berharap kepala pemerintahan adalah orang asli daerah, dan permintaan itu dipenuhi dengan tampilnya Syihabidin.

Badrul menambahkan, pertimbangan untuk mencapai visi misi Depok sebagai kota religus akan lebih mungkin dicapai dengan perpaduan antara Syihabudin yang agamis dengan, dirinya dari figur nasionalis.

Menurut dia, Nur dan Syihabudin sama-sama bertempat tinggal di wilayah Cimanggis, sementra Yuyun dan Ketua DPD Golkar, Naming D. Bothin, bertempat tinggal di daerah Beji. “Dengan peta wilayah seperti itu, Golkar bakal memenangkan persaingan perolehan suara di daerah tempat tinggal masing-masing figur itu,” tegasnya.

Selain itu, kata Badrul, Syihabudin juga dikenal sebagai seorang Da’i yang memiliki keunggulan dari 11 kandidat lain, lantaran bisa memasuki kantung-kantung massa mana saja.

Sementara Syihabudin, mengaku telah mendapat dukungan dari semua jajaran NU, untuk memenagkan Pilkada. “Tiga pilar untuk memenangkan Pilkada adalah, kesatuan pandangan, disiplin organisasi, bekerja secara bersama, dan semua itu telah saya sanggupi, dia menuturkan.

Di tempat terpisah, CPN Silaban, pendamping Muhammad Sutadi Dipowongso, calon wakil walikota dari koalisi rakyat bersatu (PDIP, PPP, PDS), menyatakan akan mendaftarkan paket cawali dan cawakilnya, pada Senin (25/4).

Sementara itu, Nur Mahmudi Ismail, mengatakan pihaknya tidak ingin tergesa-gesa dalam mendaftarkan diri sebagai calon walikota/wakil walikota ke KPUD Depok, meski hari ini pendaftaran mulai dibuka.

“Saya nggak mau tergesa-gesa, tunggu yang lain saja. Yang jelas saya [bersama calon wakil walikota Yuyun] akan mendaftarkan diri sebelum batas waktunya berakhir,” tutur Nur saat dikonfirmasi MD, kemarin.

Sumber : (aks/sb) Monitor Depok Online, Sawangan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Dua Komplotan Copet Diringkus
Artikel selanjutnya :
   » » Kampanye Semarakkan Depok