Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Minggu
17
Apr '05

Giliran Tahanan Polres Jaktim Kabur


Belum genap seminggu, tujuhan tahanan di Polsek Bojong Gede, Depok, melarikan diri, kini tiga tahanan di Polres Jakarta Timur, mengikuti jejak rekannya. Tiga tahanan Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Timur kabur setelah mengelabui seluruh petugas Satuan Lantas. Mereka kabur setelah memotong terali besi dari lubang angin ruang tahanan, Selasa (5/4) dini hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Tjiptono, membenarkan kasus kaburnya tiga tahanan Sat Lantas itu. “Memang ada tiga tahanan dari Sat Lantas Jakarta Timur yang melarikan diri, Selasa kemarin,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Rabu (5/4). Saat ini, aparat dari Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya tengah mengejar ketiga tahanan yang buron itu. Tiga tahanan yang lari adalah Ruswandi (35 tahun), warga Pisangan Lama RT 10/RW 08, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Erwando bin Suprapto (31), warga Kampung Tengah Kramat Jati Jakarta Timur, dan Janmawir Silaban (49), warga Jalan Arjuna III Blok D/18, Perumahan Bekasi Permai Tambun Bekasi.

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan Republika, ketiga tahanan itu melarikan diri Selasa dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, di sel tahanan Sat Lantas Polres Jakarta Timur berisi empat tahanan. Satu tahanan lainnya bernama Ami Sujoko, namun ia tidak melarikan diri. Ruswandi, Erwando, dan Janmawir lantas memotong jeruji besi lubang angin dengan menggunakan gergaji. Setelah berhasil membobol, ketiganya lantas bergantian keluar ruang sel. Tidak ada satu pun petugas polisi Sat Lantas Jakarta Timur yang saat itu awas dan mengetahui peristiwa tersebut. Polisi baru tahu ketika Bripka Slamet Siswanto mengecek ruang tahanan, Rabu siang, sekitar pukul 12.00 WIB. Betapa terkejutnya Slamet ketika menyadari tiga tahanan telah melarikan diri. Ami Sujoko lantas bercerita pada Slamet bahwa tiga kawannya sudah ‘lenyap’ lewat lubang angin ruangan.

Penyidik Bidang Profesi dan Keamanan (Propam) Polda Metro Jaya telah memeriksa empat petugas yang berjaga malam itu. Mereka adalah Bripka Slamet Siswanto, Bripka Rahmat Mulyadi, Aipda Siswoyo, dan Aipda Sudarman.LSM pemantau kinerja polisi, Police Watch (PW), menyesalkan terus terjadinya tahanan kabur dari sel. Catatan PW sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2005 telah terjadi 12 kasus kaburnya tahanan dari penjara polisi dengan cara membobol bangunan. Di samping itu, dalam periode yang sama, ada empat kasus yang melibatkan praktek suap dari tahanan kepada petugas jaga sehingga mereka bisa melenggang pergi.

Rasyid Harsuna Lubis, anggota dewan pembina PW mengungkapkan, ada dua faktor yang belum diurus tuntas oleh Polri terkait kasus kaburnya tahanan dari sel. Pertama, tentang kondisi ruang tahanan yang tidak memadai dan tidak memiliki standar nasional yang jelas. “Harusnya, setiap ruang tahanan dari polsek, polres, sampai dengan polda tiap daerah itu serupa spesifikasinya, sehingga ada standar penanganan tahanan,” tandas Rasyid saat dihubungi kemarin. Ia memberi contoh, ruang tahanan di Polres Jakarta Barat dengan ruang tahanan di Polres Jakarta Pusat bentuknya pasti beda. ‘’Apalagi di tingkatan polsek, bisa lebih beda lagi.”

Faktor kedua adalah tingkat disiplin dan pengawasan petugas terhadap tahanan yang sangat rendah. Ini mengakibatkan sering terjadinya kelalaian saat bertugas. Yang ujung-ujungnya tahanan bisa keluar dengan mudah asal ada syarat-syarat tertentu. “Sering terjadi di lapangan, tahanan membayar petugas jaga untuk dapat keringanan keluar sel satu hari, lalu mereka kembali lagi. Ini melanggar peraturan,” kata dia.Untuk itu, PW menganjurkan agar Polri secepatnya memiliki standar ruang tahanan secara nasional yang memadai. “Agar tidak mudah dijebol lagi.”
Sumber : ( c22) Republika Online, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » 15.000 Warga Nias Eksodus
Artikel selanjutnya :
   » » PDIP dan PPP Resmi Tinggalkan Badrul