Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
11
Apr '05

Radio Komunitas: Peluang Meningkatkan Pelayanan HKBP


Radio komunitas dapat dipergunakan sebagai salah satu sarana pelayanan HKBP khususnya untuk menjangkau warga jemaat yang selama ini belum terjangkau. Demikian salah satu hasil diskusi peserta Orientasi Radio Komunitas HKBP yang dipandu oleh Direktur Pengembangan Masyarakat (Pengmas) HKBP Pdt Rein Justin Gultom, STh, Senin, 11 April 2005.

Orientasi sehari penuh tersebut diikuti delapan peserta dan dilakukan dengan langsung meninjau dua radio komunitas di Kabupaten Simalungun, yakni Radio Komunitas Singgalang FM di Saribudolok dan Radio Langgiung FM di Haranggaol.

Secara ekonomis, pendirian radio komunitas tidak memerlukan biaya tinggi seperti pendirian radio komersial yang banyak bertebaran di kota besar. Sebuah radio komunitas dapat didirkan dengan biaya berkisar antara Rp 5-8 juta.

Menurut sumber Radio Komunitas Singgalang, dengan modal Rp 7.765.000,00 sebuah radio komunitas sudah dapat didirikan. Adapun perincian biaya ini adalah sebagai berikut:

1. Pemancar dan Antena Rp 6.500.000,00
2. Mixer Rp 500.000,00
3. VCD Player Rp 375.000,00
4. Kabel Rp 250.000,00
5. Power Supply Rp 160.000,00
6. Mikrofon Rp 80.000,00
Jumlah Rp 7.765.000,00

Sementara itu, menurut sumber Radio Langgiung FM, sebuah radio komunitas sudah dapat dioperasikan dengan biaya Rp 5.262.000,00 dengan perincian sebagai berikut:

1. Pemancar dan Antena Rp 4.000.000,00
2. Mixer Rp 350.000,00
3. VCD Player Rp 375.000,00
4. Kabel Rp 252.000,00
5. Power Supply Rp 165.000,00
6. Mikrofon Rp 75.000,00
7. Kaki Mikrofon Rp 45.000,00
Jumlah Rp 5.262.000,00

Menurut UU Penyiaran radio komunitas diperuntukkan komunitas atau kumpulan dengan jangkauan siaran dalam radius 5 km. Adapun kisaran frekuensi radio komunitas yang diizinkan pemerintah adalah pada gelombang 107,6-107,9 FM. Salah satu syarat pendiriannya adalah adanya tandatangan 250 warga perkumpulan atau komunitas tersebut serta tidak menyiarkan iklan. Izin siaran dapat diperoleh dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang berada di setiap Provinsi. Selain itu, setiap radio komunitas diwajibkan menjadi anggota WIRAKOM (Wahana Informasi Radio Komunitas) yang menurut rencana akan segera dibentuk.

Orientasi ini merupakan kali kedua setelah tgl 3 Februari yang lalu diadakan orientasi pertama dengan peserta dari HKBP Eben Eser Samosir, Onanrunggu, dan Sitamiang. Peserta orientasi pertama ini antara lain St M, Nainggolan, Pdt Jonny Sihite, STh (Pengmas), Pdt Andy Lumbangaol, STh (Biro Pendidikan HKBP), dan Pdt Rein Justin Gultom, STh.

Sementara peserta orientasi kedua ini adalah Pdt Risdun Harianja, STh (HKBP Ressort Parsaoran Nauli, Banualuhu), Pdt Eben Eser Nababan, STh (HKBP Ressort Sipoholon VI), Pdt Ir Thomson M.P. Sinaga, STh, MM (Sekretaris Biro Informasi HKBP), D. Sinambela (Pematangsiantar), Korban T.M. Silaban (Parsaoran Nauli, Banualuhu), Cln Gr Tangkas P. Pangaribuan (Sipoholon VI), dan Indra Nababan (Situmeang Hasundutan).

Sumber : (Biro Informasi HKBP) hkbp.or.id, Saribudolok & Haranggaol


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Radio Komunitas: Peluang Meningkatkan Pelayanan HKBP”

  1. Tanggapan Anang:

    kalau tertarik dengan radio komunitas silahkan kunjungi website kami : arrnet.or.id

    di Konten pustakanya bisa di download apa saja yang perlu diketahui ttg Radio Komunitas, baik Regulasi dan lain-lainnya.

    Selamat untuk Radio Komunitas anda yang sudah berdiri
    Salam,

    Anang

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Aborsi
Artikel selanjutnya :
   » » 15.000 Warga Nias Eksodus