Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Jumat
4
Mar '05

17 Mantan Anggota DPRD Jadi Tersangka


Mereka Terlibat Korupsi Anggaran DPRD Depok

Polda Metro Jaya Kamis (3/4) secara resmi menyerahkan 17 tersangka kasus dugaan penyimpangan anggaran rutin DPRD Kota Depok senilai Rp 9,4 miliar kepada kejaksaan tinggi (kejati) Jawa Barat. Para tersangka itu, 5 di antaranya kembali sebagai anggota DPRD periode 2004-2009.

Para tersangka yang dibawa langsung dari Polda Metro Jaya ke kantor Kejati Jln. R.E. Martadinata, Bandung menggunakan sebuah bus milik kepolisian dengan nopol 1072-VIII, dikawal dengan tiga mobil Kijang yang dipimpin Kanit V Satuan Korupsi Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) P. Sinambela, S.H.

Sekira pukul 13.30 WIB, para tersangka langsung digiring ke salah satu ruangan penyidik di kejati yang terletak di lantai dua. Penyerahan para tersangka tersebut diterima oleh Kasie Penyidikan Kejati Arief Muliawan, S.H., serta juga hadir para pengacara tersangka.

Kanit V Satuan Korupsi Polda Metro Jaya AKP. P Sinambela, S.H. mengatakan, ke-17 tersangka diserahkan ke kejati karena berkas perkaranya sudah lengkap (P21). \”Karena berkas perkaranya sudah lengkap, maka kami menyerahkan para tersangka ke kejati untuk diproses lebih lanjut,\” ujarnya.

Dalam kasus dugaan penyimpangan APBD Kota Depok tahun 1999 hingga tahun 2003 senilai Rp 9,4 miliar, jumlah tersangkanya 21 orang. Sebanyak 17 tersangka disidik oleh Polda Metro Jaya, sedangkan tiga tersangka lainnya karena anggota DPRD dari TNI diserahkan penyidikannya ke Polisi Militer di masing-masing kesatuan. Sedangkan seorang tersangka lain, telah jatuh sakit, sehingga tidak memungkinkan untuk disidik.

Ke-17 orang tersangka yang diserahkan ke kejati adalah Naming Bothin, mantan wakil ketua dewan 1999-2004 dan kini menjadi ketua dewan 2004-2009. Kemudian, Sutadi (mantan wakil ketua), M. Asballah (mantan wakil ketua), Bambang Sutopo, Bambang Priharto, Mansyuri, Mazhab, Rafi Ahmad, Machruf Aman, Ratna Nuryana, Sasono, Damanuri, Rusdiharto, Toni Hutapea, Agus Sutando, CPS Silaban, dan Haryono.

Sinambela menjelaskan, ke-17 tersangka tersebut pernah ditahan penyidik ketika dalam proses pemeriksaan, yakni ditahan dari 6 September 2004 hingga 13 Oktober 2004 di rutan Polda Metro Jaya. Kemudian penahanan diperpanjang dengan penahanan kota dari 14 Oktober 2004 hingga 31 Oktober 2004.

Bukti uang

Kajati Charles Mindamora, S.H., yang didampingi Kasie Penyidikan Arief Muliawan kepada \”PR\” mengatakan, pihaknya secara resmi telah menerima para tersangka beserta barang bukti dari penyidik Polda Metro Jaya. Barang bukti tersebut selain dokumen anggaran rutin, juga uang sebesar Rp 1,8 miliar. \” Seluruh barang bukti telah kita sita, termasuk uang,\” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ke-17 tersangka tersebut ditahan, kata kajati, setelah dilakukan penelitian terhadap penyerahan para tersangka dan barang bukti, maka disimpulkan tersangka tidak perlu ditahan. Sebab, selain para tersangka pernah ditahan oleh penyidik Polda Metro, juga mereka tidak akan menghilangkan barang bukti, karena sudah disita.

Sementara, Arief Muliawan menambahkan, saat penyerahan para tersangka dan barang bukti, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap berkas perkara. Selanjutnya, para tersangka diperbolehkan untuk kembali ke Depok.

Ketika ditanya langkah apa yang akan dilakukan kejati, kata Arief pihaknya akan membentuk tim penuntut umum sebelum berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan. Sedangkan kapan berkas dilimpahkan ke pengadilan, sesuai aturan di KUHAP, paling lama 14 hari setelah berkas diterima dari penyidik.

\”Kita punya waktu 14 hari untuk mempersiapkan tim penuntut umum serta hal-hal lainnya yang dipandang perlu. Kita upayakan sebelum 14 hari itu, berkasnya sudah dilimpahkan ke pengadilan,\” ujar Arief.

Para tersangka meninggalkan kantor kejati sekira pukul 17.00 WIB, dan menaiki bus Polda Metro Jaya untuk kembali ke Depok bersama-sama dengan tim penyidik Polda Metro.

Sumber : (A-72)*** Pikiran Rakyat, Bandung


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Kasus Dugaan Korupsi DPRD Depok ke Kejati Jabar
Artikel selanjutnya :
   » » Tersangka Korupsi, Anggota DPRD Depok Disidang Medio Maret