Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Kamis
3
Mar '05

Kasus Dugaan Korupsi DPRD Depok ke Kejati Jabar


Sebanyak 17 anggota dan mantan anggota DPRD Depok yang diduga terlibat kasus korupsi Rp 9,5 miliar, Kamis ini (3/3) diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Ke-17 tersangka kasus korupsi dana APBD ini telah mendapat panggilan dari Polda Metro Jaya.

“Mereka kami panggil ke Polda, Kamis (3/3) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, untuk bersama-sama ke Bandung naik bus polisi,” tandas Anton Wahono, kasat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Metro Jaya, Rabu (2/3) sore. Sebelumnya, Anton mengatakan, berkas perkara kasus penyelewengan dana APBD Depok yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD masa bakti 1999-2004 yang ia kirim ke Kejati Jawa Barat telah dianggap selesai (P21). Sebelumnya, berkas perkara ini telah dua kali dikembalikan Kejati Jawa Barat untuk dilengkapi.

Menurut Anton, para tersangka yang merupakan tim penyusun APBD Kota Depok, harus lengkap seluruhnya (17 dari 21 orang tersangka), untuk dapat diserahkan ke Kejati Jawa Barat. “Untuk itu, kami telah meminta kuasa hukum untuk dapat menghadirkan seluruh tersangka,” tandas Anton.

Dari 21 orang tersangka korupsi, tiga orang adalah oknum TNI dan satu orang terkena stroke permanen. Ketiga orang oknum TNI tersebut adalah M Amin, Saliman Mirja, dan Sumaris Sudamara). Anton mengatakan, untuk para tersangka yang berasal dari TNI, pihaknya menyerahkan pengurusan perkara ke kesatuan masing-masing. Sedangkan untuk anggota yang terkena stroke, Erwin Limbong, ia tidak akan menyerahkannya ke Kejati.

“Tersangka sudah dicek oleh dokter dari Polri, dan memang betul terkena stroke, ia bahkan sudah sulit untuk bicara,” kata Anton lagi. Apabila ada beberapa orang yang tidak dapat hadir, penyerahan terpaksa ditunda. “Kami akan kirim surat panggilan kepada tersangka yang tidak hadir,” ujar Anton. Bila tidak hadir sampai dua kali pemanggilan, mereka akan dijemput paksa. “Tidak perlu tunggu lama-lama,” tegasnya. Sebelum penyerahan berkas ini, Anton menjelaskan, penyidik dari Direskrimksus telah memeriksa lebih dari 20 saksi. “Untuk saksi yang terakhir adalah saksi ahli,” kata Anton.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, ke-20 anggota dan mantan anggota DPRD serta satu sekretaris DPRD dijadikan tersangka karena diduga menyalahgunakan dana anggaran rutin APBD senilai Rp 9,5 miliar. Uang ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok Tahun 2002. Para tersangka menggunakannya untuk mencicil rumah pribadi, membayar tagihan telepon, PAM, listrik, perawatan mobil, dan asuransi kematian.

Diduga, seluruh anggota dewan menerima uang dalam jumlah yang sama, sebesar Rp 88 juta. Polisi menemukan indikasi kuat mereka sebagai pelaku utama dalam kasus korupsi ini karena mereka semua masuk dalam panitia anggaran. Polda Metro Jaya menetapkan Wali Kota Depok, Badrul Kamal, sebagai saksi. Wali Kota dinilai sebagai eksekutif yang mengetahui dan menyetujui proposal anggaran yang diajukan Panitia Anggaran DPRD Depok. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus ini dibagi dalam tiga bagian, satu BAP untuk sekretaris dewan, satu BAP untuk enam tersangka selaku ketua dan wakil ketua panitia anggaran, dan satu BAP untuk dua belas tersangka anggota panitia anggaran.

Nama-Nama Para Tersangka Kasus Korupsi APBN DPRD Depok
1. Sutadi (mantan ketua DPRD dari FPDIP)
2. Naming Botin (ketua DPRD, Fraksi Golkar)
3. M Hasbullah (mantan wakil ketua DPRD, FPAN)
4. Bambang Sutopo (PK)
5. Bambang Prihanto (PAN)
6. Mansuria (Fraksi Madani)
7. Mazab (PPP)
8. Rafie Ahmad (PPP)
9. Machruf Aman (Golkar)
10. Ratna Nuryana (Golkar)
11. Sasono (PDIP)
12. Damanhuri (PPP)
13. Kusdiharto (PAN)
14. Tony Hutapea (Fraksi Madani)
15. Agus Sutondo (PDIP)
16. CPS Silaban (PDIP)
17. Haryono (PAN)
Data : Satuan Tipikor Direskrimsus Polda Metro Jaya

Sumber : (c22) Republika Online, Jakarta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Tersangka Korupsi APBD Depok Diserahkan ke Kejati Besok
Artikel selanjutnya :
   » » 17 Mantan Anggota DPRD Jadi Tersangka