Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Senin
21
Feb '05

Korban Tsunami Asal Aceh Terlantar Di Sidikalang


Sebanyak 13 orang korban gempa dan tsunami dari Pante Raja, Aceh Pidie, dari Padang Serahi, Meulaboh dan Sigli yang mengungsi ke Sidikalang, Kabupaten Dairi sudah hampir dua bulan terlantar. Mereka tiba di Dairi 4 Januari, seminggu setelah kejadian di Aceh. Kondisinya sangat memprihatinkan. Mereka saat ini kekurangan makanan karena hanya menumpang pada keluarga yang juga sangat miskin di Perumnas Kalang Simbara, Desa Kalang Simbara. Demikian informasi yang Waspada peroleh dari sumber terpercaya di Sidikalang Minggu (20/2).

Pengungsi yang terlantar yang berasal dari Pante Raja Syahfari, 65, dan istrinya Maimunah,55, Indah, 70 (janda), Halimah, 50 (janda) dan dua anaknya Zulkifli Abdullah, 30 dan Wahyuni, 17, Tarmizi, 25, (duda) dan adiknya Buchari, 20. Yang berasal dari Padang Serahi adalah Rusli, 44, istrinya Habidah, 28, dua anaknya Intan Mulasari, 6 dan Abdal, 3, dari Sigli adalah Iskandar, 28.

Indah yang sudah berumur 70 tahun itu saat ini selalu sakit-sakitan. Sudah dua kali jatuh di kamar mandi di rumah familinya. Saat datang ke Sidikalang kepala Indah bengkak karena terkena benturan. Hingga saat ini masih selalu muntah-muntah.

Istri dan dua anak Tarmizi hilang saat terjadi bencana dan belum ditemukan hingga saat ini. Tarmizi sangat terganggu secara psikologis karena saat terjadi gempa dan gelombang tsunami dia berusaha keras memeluk anak dan istrinya tetapi lepas dan hilang. Dia masih sangat trauma. Sedangkan adiknya Buchari masih stres dan berteriak-teriak kalau mendengar suara yang ribut, misalnya suara truk. Dia selalu berteriak ‘air’,'air’,'air’ kalau mendengar suara yang ribut, kata sumber Waspada.

Sementara Rusli bisa menyelamatkan istri dan dua anaknya yang masih kecil tetapi semua keluarga lainnya hilang. Rusli dan istrinya Habidah masih mengalami trauma. Anak Rusli yakni Intan Mulasari sudah kelas I SD tetapi saat ini belum masuk sekolah di SD Perumnas karena tidak punya seragam. Mereka hanya minta seragam namun belum ada yang mau membantu.

Semua pengungsi itu tidak lagi berencana pulang karena harta benda mereka tidak ada yang tinggal. Bahkan pertapakan rumah mereka pun sudah tidak mungkin lagi dicari. Mereka berencana menetap di Sidikalang. Saat ini para pengungsi itu hanya mengharapkan bantuan keluarga yang ada di Perumnas itu, yang nota bene adalah juga pengungsi beberapa tahun silam. Salah satu keluarga yang menghidupi pengungsi adalah penjual kue dengan gerobak sorong di Terminal Sidikalang.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Lingkungan Perumnas R.Silaban dia membenarkan keberadaan pengungsi di wilayah kerjanya. Ditanya apakah benar telah dilaporkan kepada atasan, katanya sudah dilaporkan dan selalu diingatkan. Dia mengatakan, pernah berdiskusi dengan camat untuk membantu para pengungsi itu dengan beras bantuan kebakaran yang masih tersisa di gudang kantor camat, tetapi tidak dibenarkan.

Menurut Silaban, para pengungsi itu benar-benar dalam keadaan menderita. “Kadang mereka datang ke rumah kami meminjam dua tiga liter beras, tetapi berapalah kemampuan kami untuk membantu mereka” . “Para pengungsi itu sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat dan Pemkab Dairi. Mereka memang benar-benar menderita,” kata Silaban.

Sumber : (a24 / am) Waspada Online, Sidikkalang


Baru ada 1 tanggapan untuk artikel “Korban Tsunami Asal Aceh Terlantar Di Sidikalang”

  1. Tanggapan ardianti:

    saya rasa itu ter lalu berlebihan dech soal nya kenapa data nya gak begtu valid sama sekali

Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Obat Penghambat AIDS Tertimbun di Jayapura
Artikel selanjutnya :
   » » Papua Gratiskan Pengobatan Demam Berdarah