Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
19
Feb '05

Pengobatan Pasien HIV/AIDS di Papua Ditingkatkan


Direncanakan 1.000 orang dengan HIV/AIDS di Papua mendapat pengobatan dengan anti retro virus (ARV) selama 2005. Sedangkan pada 2004, audah 500 penderita HIV/AIDS diobati dengan ARV. Pengobatan itu dijalankan berdasar Komitmen Sentani pada 19 Januari 2004, khususnya pada butir ketiga, yang menyebutkan tentang upaya pengobatan dengan ARV pada minimal 5.000 penderita HIV/AIDS di Indonesia, selama 2004. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tigor Silaban, kepada wartawan dalam Media Gathering di Jayapura, Sabtu (19/2).

Menurut Tigor, angka kumulatif penderita HIV/AIDS di Papua per 31 Desember 2004, adalah 1.749 penderita, yakni pengidap HIV 1.053 orang dan AIDS 696 orang, serta yang meninggal 232 orang. “Yang sudah mendapat ARV di Papua sampai saat ini, di Jayapura 17 penderita, Merauke ada 53 penderita, dan di Sorong 25 penderita,” katanya.

Masih menurut Tigor, hal-hal yang menentukan keberhasilan pengobatan ARV antara lain, cukupnya ketersediaan obat, klinik pengobatan dan ketersediaan tenaga tim perawatan, seperti dokter, perawat, konselor, laboratoris, pekerja sosial, dan manajer kasus, termasuk untuk pendampingan ODHA dengan terapi ARV. “Untuk Papua, ada 20 dokter, 23 perawat, 19 manajer kasus dan satu untuk non medis,” terangnya. “Dan yang penting, pengobatan yang terjangkau, atau bahkan gratis,” tambahnya.

Sumber : (LIta Oetomo) Tempo Interaktif, Jayapura


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Upah Pekerja Formal Perlu Ditentukan secara Bipartit
Artikel selanjutnya :
   » » Obat Penghambat AIDS Tertimbun di Jayapura