Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
29
Jan '05

Kepala Puskesmas Usulkan Perda Jentik


Terus bertambahnya jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota Balikpapan membuat beberapa kepala Puskesmas mengusulkan agar dibuatnya Peraturan Daerah (Perda) mengenai pemantauan jentik yang ada di tiap rumah.

“Kalau seperti ini, petugas kesehatan sering kali yang disalahkan, padahal masyarakat memang belum mempunyai kesadaran tentang arti memberantas sarang nyamuk. Karena jika masih ada jentik di tiap rumah, maka jentik tadi bisa menjadi nyamuk dewasa yang menjadi penyebar penyakit DBD ini,” jelas dr Rambang Silaban, kepala Puskesmas Gunung Bahagia disela-sela acara “coffee morning” di kantin DKK, kemarin.

Diakuinya, jika dibuat Perda jentik, maka setiap warga yang mempunyai jentik di rumahnya diberikan sanksi, misalnya Rp100 ribu tiap rumah dan dana ini dikumpulkan untuk menanggulangi penyebaran DBD, baik untuk dibelikan abate atau lainnya.

Sehingga dengan sanksi tersebut, warga masyarakat benar-benar menjaga seluruh tempat penampungan airnya bersih dari jentik. “Sebab jika di suatu lingkungan masih ada jentik, maka resiko penularan penyakit ini masih juga berdampak,” paparnya.

Sementara itu, penyataan ini didukung oleh Kepala Puskesmas Prapatan, dr Cecep Husnul Baehaki. “Memang diperlukan peraturan ini agar masyarakat waspada, sebab jika hanya diimbau saja, kapan kesadaran masyrakat akan tumbuh. Apalagi sampai saat ini sudah ada lima korban yang meninggal akibat DBD,” ujarnya.

Disela oleh Rambang, pernah ada satu kasus DBD di wilayahnya, tetapi setelah dilakukan penelitian epidemiologis (PE) ternyata di sekitar rumah tidak terdapat jenti-jentik nyamuk.

“Artinya si penderita bisa saja terkena gigitan nyamuk tidak di rumahnya, tetapi bisa juga di tempat-tempat umum seperti gedung-gedung, sekolah, ataupun kendaraan umum, seperti angkutan kota,” jelas Rambang.

Sehingga penyebaran seperti ini, kadang tidak diwaspadai oleh warga Balikpapan, lalu pihak kesehatanlah yang banyak dituding kurang tanggap untuk melakukan antisipasi.

“Makanya agar semua komponen masyarakat menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan, diperlukan kesadaran bersama, dan untuk pemeriksaan jentik ini, pihak ketua RT dan kader PKK ataupun kader DBD yang pernah dilatih bisa diikutsertakan untuk memantau jentik, serta masyarakat jangan sungkan atau malu untuk melihat jentik dirumahnya, jika memang ada, cepat taburkan bubuk abate,” harapnya.

Sumber : (han) Pos Metro Balik Papan, Balik Papan


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.