Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Rabu
19
Jan '05

Perampas Sepeda Motor Bunuh Korbannya


Pengendara sepeda motor, terutama yang melintas di jalan sepi pada malam hingga dini hari, terus menjadi incaran penjahat. Hari Selasa (18/1) dini hari Mochtar (40) bahkan tewas di tangan penjahat yang mengincar sepeda motor Honda Supra B 4317 IX yang dikendarainya.

Menurut keterangan polisi, tindak kejahatan yang menimpa pedagang di Pasar Cibarusah itu terjadi sekitar 300 meter dari rumah kontrakannya di Kampung Limo RT 09 RW 03, Desa Cibarusah Jaya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Saat itu Mochtar dalam perjalanan pulang. Tiba-tiba seseorang menghadang dan langsung menghantamkan balok kayu ke wajah dan kepalanya hingga tewas. Pelaku kemudian membawa lari sepeda motor dan dompetnya.

Sebelumnya, Joko Warsito (35), warga Kampung Mede, Bekasi Timur, dikepruk kepalanya oleh penjahat saat melintas dengan Honda Kharisma B 6407 UHA di Jalan Ir H Juanda, tidak jauh dari eks Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Pas dipukul saya sempat berhenti untuk melihat siapa yang memukul. Saya juga sempat membuka helm. Tetapi pelaku semakin nekat, mereka malah memukul saya berkali-kali. Akhirnya saya terjatuh dari sepeda motor. Saat itu salah seorang pelaku merebut sepeda motor dan kabur,” kata Joko yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Bekasi. Padahal, sepeda motor itu baru enam bulan ia beli dengan cara kredit.

Pelaku, katanya, terdiri dari empat orang yang menggunakan dua sepeda motor RX King.

Cemburu

Di Bantar Gebang, Masrini (30) dianiaya teman pria yang pernah tinggal bersamanya. Menurut Kepala Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Bantar Gebang Inspektur Satu Silaban, penganiayaan berat itu dilakukan karena Husen Suseno dibakar cemburu melihat Masrini tinggal bersama lelaki lain di sebuah rumah kontrakan di Gang Poncol RT 01 RW 02, Kampung Babakan, Mustikasari, Bantar Gebang, Bekasi.

Husen yang pernah serumah selama dua tahun dengan Masrini sudah menunggu sejak Sabtu sore. Ketika dia yakin Masrini di rumah, ia kemudian masuk dan menghajarnya. Di depan warga, Masrini kemudian diseret dan dibawa kabur. Dalam perjalanan, kepala Masrini digunduli.

Masrini kemudian diminta menghubungi kekasihnya, Santos. Menurut Silaban, Masrini sebenarnya ingin dibunuh bersama Santos. Tetapi Santos datang bersama polisi sehingga Husen pun ditangkap.
Sumber : (eln) Harian Kompas, Bekasi


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Aniaya, Harsono Divonis 18 Bulan
Artikel selanjutnya :
   » » Penyelesaian Perselisihan Jangan Melibatkan Orang Luar