Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Selasa
18
Jan '05

Aniaya, Harsono Divonis 18 Bulan


Majelis hakim PN Sangatta yang dipimpin Yansen Pasaribu, dengan anggota D Silaban dan Agung Nugroho, memvonis seorang penganiaya lebih tinggi 6 bulan dari tuntutan jaksa. Terdakwanya Sri Harsono (41), warga Jl Teluk Rawa I Desa Sangatta utara Kutim, divonis 18 bulan penjara karena terbukti lakukan pidana penganiyaan berat terhadap temannya, sesuai pasal 351 ayat (2) KUHP. Vonis itu lebih tinggi 6 bulan dari tuntutan jaksa Wahyu Kirono sebelumnya, selama setahun penjara.

Seperti pernah diberitakan, Sri Harsono (41) tanggal 7 Oktober 2004 pukul 21.30 Wita, telah menghunus parang sepanjang 75 cm yang diarahkan pada Kadir. Hunusan parang terdakwa berakhir dengan ’sentuhan’ di kepala korban. Untungnya korban berhasil melarikan diri ke rumah temannya Tamjid, hingga selamat dari amukan terdakwa selanjutnya. Selanjutnya korban diantar ke rumahsakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Parang itu benar milik saya yang sengaja dibawa mulai dari kebun dan diselipkan di pinggang. Saat di perjalanan, saya bertemu dengan Kadir. Lalu saya langsung mencabut parang kemudian mengayunkannya ke arah korban sampai mengenai lengan dan bagian belakang, punggung hingga berdarah,” aku Harsono.

Motif kejadian yang nyaris merenggut nyawa itu, adalah ketika terdakwa memindahkan baju korban yang tergantung di atas tikar, di pondokan tempat tinggal keduanya.

Kadir tersinggung bajunya dipindahkan, lalu marah-marah. Dengan suara keras dia mengancam akan membunuh terdakwa.

“Kalau kamu merasa kebal, aku tunggu di jalanan,” tantang Kadir.

Mendengar Kadir marah-marah, Harsono balik panas lalu mendatanginya dan mengatakan.

“Jika kamu merasa tidak cocok berteman, maka mengalahlah untuk meninggalkan pondok atau aku yang mengalah”.

Tapi Kadir terus mengomel sambil berlalu. Ketika Harsono duduk di depan rumah Kayan, teman mereka, tiba-tiba muncul Kadir dari samping rumah. Sempat ditantang korban, terdakwa timbul sakit hatinya hingga tak bisa mengendalikan emosinya. Terdakwa pun menimpas Kadir hingga bagian tubuhnya yang terluka robek terpaksa dijahit.

Sumber : (ndi) Samarinda Pos, Sangatta


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Satu Lagi, Tahanan Kabur Nyerah
Artikel selanjutnya :
   » » Perampas Sepeda Motor Bunuh Korbannya