Silaban Brotherhood: Media Informasi dan Komunikasi Generasi Silaban di Internet

Pilih Topik Artikel:

Sabtu
8
Jan '05

Dibuldoser tanpa ganti rugi


Eksekusi tanah seluas 2,9 hektare (Ha) berikut 35 bangunan di RW 022 Kel Cibeureum, Kec Cimahi Selatan, Kota Cimahi, kemarin diwarnai isak tangis dan bentrok fisik warga dengan petugas.

Warga pemilik rumah berusaha mempertahankan tempat tinggal mereka yang akan dibuldoser. Dalam kejadian itu, seorang warga terpaksa diamankan polisi.

Pelaksanaan eksekusi oleh aparat gabungan itu sempat menyedot perhatian ratusan warga sekitar kota Cibeureum, Cimahi maupun pengendara yang melintas di Jalan Raya Cibeureum. Jalanan pun macet.

Kemacetan itu karena aksi bakar ban oleh warga yang memakan hampir setengah badan jalan itu menyebabkan kemacetan arus lalu lintas terutama kendaraan dari arah Bandung-Cimahi. Sedangkan dari arah Cimahi-Bandung, kendaraan merayap hingga menyebabkan antrean sepanjang 2 km lebih.

Eksekusi dimulai terhadap kios-kios onderdil dan bengkel sepeda motor. Para pemilik kios yang semula ingin mempertahankan kios mereka, akhirnya membongkar kiosnya begitu kendaraan buldoser mulai diaktifkan setelah mengamankan barang dagangannya masing-masing.

Selanjutnya, eksekusi di-laksanakan terhadap rumah yang dihuni 14 KK. Semula para pemilik rumah tidak mau mengangkut barang-barang mereka, tapi setelah kendaraan buldoser siap menggaruk, para pemilik rumah akhirnya mengemasi barang mereka. Sementara itu, kuasa hukum ahli waris, Budi Irawan, SH ketika ditemui Terbit mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan ganti rugi apa pun setelah pelaksanaan eksekusi itu.

Menurutnya, pihaknya sudah memberikan toleransi kepada warga untuk menerima ganti rugi yang ditawarkannya sebesar Rp350 ribu/meter. Itu dilakukan melalui surat yang diedarkan ke warga hingga 21 Desember 2004. “Namun tidak ada warga yang datang, padahal kami tunggu-tunggu sampai semalam,” tegas Budi Irawan.

Sebelum dieksekusi, warga lewat perwakilannya Dudung, Raman Saragih, Silaban, dan Edi serta kuasa hukum warga, Effendi Saman, SH kepada juru sita, Jojo Witarjo dan Kabag Operasional Polres Cimahi, AKP Hadi Syafriadin minta pembongkaran ditunda tapi tak digubris.

Sumber : (wan) Harian Terbit, Bandung


Silahkan memberikan tanggapan !

Catatan:
1) Mohon Maaf.. Tanggapan perdana Anda akan kami moderasi sebelum ditampilkan !
2) Selanjutnya dikemudian hari, mohon gunakan Data Anda (Nama, Email, Website) dengan konsisten (sama) agar tanggapan Anda langsung tampil (tanpa moderasi) dan memudahkan Anda menelusuri komentar-komentar sebelumnya pada situs ini.





Artikel sebelumnya :
   » » Bentrokan Warnai Eksekusi Tanah Cibeureum
Artikel selanjutnya :
   » » Kecelakaan Beruntun di Tol Bekasi